Pesan tersebut mendapat sambutan positif dari peserta yang mengikuti kegiatan. Mereka tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai aturan berlalu lintas, tetapi juga diajak membangun kesadaran bahwa kecelakaan dapat dicegah apabila setiap orang memiliki disiplin saat berkendara.
Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Sumba Timur menegaskan bahwa perempuan memiliki pengaruh besar dalam membentuk kebiasaan anggota keluarga. Menurutnya, seorang ibu menjadi sosok pertama yang mengingatkan suami maupun anak sebelum berangkat bekerja atau ke sekolah.
“Ibu-ibu ini yang paling sering mengingatkan suami dan anak sebelum keluar rumah. Kalau ibunya memahami pentingnya keselamatan, maka pesan itu akan diteruskan kepada seluruh anggota keluarga,” ujarnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas melalui pendekatan keluarga. Edukasi yang diberikan kepada para ibu diharapkan mampu menciptakan perubahan perilaku berkendara secara berkelanjutan, sehingga budaya tertib berlalu lintas tumbuh dari lingkungan rumah tangga.
Selain materi keselamatan berkendara, peserta juga memperoleh kesempatan berdialog langsung dengan narasumber. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari masa berlaku STNK, aturan membawa anak sebagai penumpang, hingga kewajiban administrasi kendaraan bermotor. Seluruh pertanyaan dijawab secara rinci sehingga peserta memperoleh pemahaman yang utuh.







