Dari Teras Rumah hingga Pinggir Kali: Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Warga Lailunggi

oleh
Penemuan jenazah di kali Lailunggi, Kecamatan Pinu Pahar, Sumba Timur (Foto: Tangkapan layar FB Umbu Axello Andre)

Waingapu.Com-Misteri hilangnya seorang petani di Desa Lailunggi, Kecamatan Pinu Pahar, Kabupaten Sumba Timur berakhir dengan kabar duka setelah yang bersangkutan ditemukan meninggal dunia di pinggir kali kering pada Jumat (19/6/2026). Korban diketahui bernama Yulius ND Nganji (65), warga Kampung Mautajik yang sehari-hari bekerja sebagai petani.

Informasi yang diperoleh media ini dari Kapolres Sumba Timur AKBP Gede Harimbawa yaang merujuk pada keterangan para saksi menyebutkan, rangkaian peristiwa bermula pada Kamis (18/6/2026) pagi ketika korban mengonsumsi minuman keras tradisional jenis peci atau pinareci. Dalam kondisi mabuk, korban kemudian terlihat tertidur di teras rumah seorang warga bernama Salomi Hada Nanda.

Keberadaan korban saat itu diketahui oleh beberapa warga, termasuk Ndawa Mila Mbani alias Bapa Dian yang kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada Pajaru Nandu Rimbang.

“Namun karena menganggap korban hanya mabuk biasa, warga tidak terlalu mengkhawatirkan kondisinya dan menduga korban akan kembali ke rumah setelah sadar, ” urai Gede Harimbawa.

Namun seiring waktu berlalu hingga Jumat (19/6/2026) pagi. Korban ternyata belum juga pulang ke rumah sehingga keluarga dan warga mulai berinisiatif melakukan pencarian.

Pajaru Nandu Rimbang kemudian menyusuri jalur yang biasa dilewati korban, termasuk sepanjang pinggir kali kering yang berada tidak jauh dari permukiman warga.

Di lokasi itulah saksi menemukan korban tergeletak di semak-semak dalam posisi terlentang. Korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Saksi juga melihat adanya darah yang keluar dari telinga korban sebelum akhirnya melaporkan temuan tersebut kepada aparat kepolisian.

“Aparat dan warga lainnya segera mendatangi lokasi, melakukan pemeriksaan awal, meminta keterangan para saksi dan berkoordinasi dengan petugas medis untuk memastikan kondisi korban,” jelas Gede Harimbawa.

Hasil pemeriksaan luar menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Petugas medis memperkirakan korban telah meninggal sekitar 24 hingga 25 jam sebelum ditemukan.

“Seluruh fakta yang ditemukan di lapangan telah kami dokumentasikan. Saat ini keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga,” timpal Gede Harimbawa.(ion)