Waingapu.Com-Kota Waingapu, Sumba Timur, menjadi saksi sejarah baru. Ratusan pejuang lingkungan dari seluruh penjuru Nusantara dan mancanegara berkumpul dalam Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH) XIV, Kamis (18/9/2025)..
Lebih dari sekadar agenda, pertemuan ini menghadirkan 529 organisasi gerakan dengan total peserta mencapai lebihdari 700 orang. Dari Sabang sampai Merauke, semua hadir membawa mandat yang sama: memperjuangkan kelestarian alam dan keadilan ekologis.
Direktur Eksekutif WALHI NTT, Umbu Wulang Tana Amahu Paranggi, menyebut para peserta sebagai juru bicara ekologi dari tanah masing-masing. “Semua yang hadir di Waingapu ini bukan hanya peserta, melainkan jubir keadilan ekologis. Mereka membawa suara rakyat dan bumi yang seringkali terpinggirkan,” ujarnya.
Kehadiran WALHI Nasional melalui Direktur Eksekutifnya, Zenzi Suhadi, semakin menegaskan bobot forum ini. Ia menekankan, pertemuan tersebut bukan hanya membicarakan alam, tetapi juga menyatukan perjuangan pendidikan, perlindungan anak, perempuan, hingga kelompok rentan.
“Kita hadir untuk memastikan ekonomi Nusantara ditegakkan tanpa mengorbankan keadilan ekologis. Tema Daulat Rakyat Meneguhkan Ekonomi Nusantara untuk Keadilan Ekologis adalah arah perjuangan,” tegas Zenzi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang membuka acara secara virtual, turut menyoroti strategi hilirisasi pangan. Meski terkendala gangguan audio-video selama Zoom, ia tetap menekankan pentingnya pemberdayaan desa nelayan dan perkebunan rakyat.
“Anggaran tahun depan cukup besar, Rp10 triliun untuk perkebunan rakyat. Kopi, cokelat, kelapa, dan cengkih akan jadi prioritas,” ungkapnya.
Di tingkat lokal, Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, mengapresiasi kehadiran ribuan aktivis lingkungan di wilayahnya. Menurutnya, PNLH XIV di Sumba Timur bisa menjadi momentum membangun kepedulian nasional atas ancaman perubahan iklim.
“Kita sudah merasakan dampaknya langsung. Tapi kita tidak boleh menyerah. Lingkungan adalah warisan leluhur dan harus kita jaga untuk generasi mendatang,” kata Umbu Lili.
PNLH XIV pun menjadi bukti bahwa suara keadilan ekologis semakin menemukan gaungnya. Waingapu bukan sekadar tuan rumah, tetapi panggung tempat Nusantara meneguhkan komitmen menjaga bumi.(ion/ped)







