Dialog dengan Jurnalis Sumba Timur, Dandim 1601 Ajak Kolaborasi Dukung Pembangunan Daerah

oleh

Waingapu.Com – Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi Aditya Triwirawan, Selasa (13/9/2022) menggelar dialog dengan sejumlah jurnalis di markas Kodim setempat. Dialog yang berlangsung cair nan santai itu menjadi ajang sharing pengalaman juga harapan melakukan hal-hal positif mendukung program pembangunan daerah. 

Kolaborasi atau sinergitas dengan jurnalis, sebut Aditya adalah hal yang urgen untuk dilakukan oleh pihaknya dan juga elemen pemerintahan diberbagai tingkatan.

“Kita bisa saja memberitakan program kita dan capaian kita. Tapi belum tentu bisa sepenuhnya diterima publik karena bisa dibilang pencitraan. Namun jika dikemas oleh rekan-rekan media yang memang berkompeten di bidangnya tentu beda dan lebih bisa dirasakan dampak positifnya,” tandas Aditya.

Baca Juga:  IPT Sebuah Solusi Bangun Kesejahteraan Warga Transmigrasi

Kabupaten Sumba Timur sebut Aditya punya ragam potensi yang bisa dijadikan pendongkrak kesejahteraan rakyat. Di antaranya potensi adat, alam, dan budayanya. Dalam kaitan dengan pengembangan potensi pariwisata, khususnya wisata alam pihaknya sepakat dengan usulan Dion Umbu Ana Lodu, jurnalis MNC Media.

“Saya sepakat dengan bung Dion, yang menyatakan potensi wisata alam di Sumba Timur sangat menjanjikan. Saya juga sependapat bung Dion bahwa untuk mengembangkannya tidak lantas mengorbankan keaslian dan keasriannya. Jadi sisi naturalnya tetap terjaga. Itu usulan dan pendapat orang yang berintuisi seni,” paparnya dalam dialog itu menanggapi saran dari elemen jurnalis dalam pengembangan sektor wisata.

Dialog yang dihadiri jurnalis dari Harian Umum Pos Kupang, Victory News. Times Indonesia, MNC media dan Waingapu. Com itu, Aditya juga menyampaikan, pihaknya saat ini bersama warga di sekitar dua lokasi koramil sedang mengembangkan pengolahan daun kelor.

Baca Juga:  Kawal Dana Desa, TP4D Prioritaskan Langkah Preventif & Persuasif

“Di Koramil Lewa dan Koramil Kota masing-masing ada mesin pengolahan daun kelor. Mesin itu punya kemampuan mengolah 30 kilogram daun kelor basah perharinya. Hasil olahannya berbentuk serbuk itu nanti dikirimkan ke Kupang untuk dipasarkan, dan itu sangat menjanjikan nilai keekonomiannya,”urainya.

Selain itu, saat ini pihaknya juga dalam proses pengerjaan pompa hidram di wilayah desa persiapan Walatungga, Kecamatan Pandawai. Fasilitas itu bisa dimanfaatkan untuk ketersedian air bersih bagi kebutuhan warga baik untuk rumah tangga dan pengairan itu. Pompa hidram itu merupakan satu dari sejumlah fasilitas serupa yang juga telah dikerjakan dan dinikmati manfaatnya oleh warga.

“Kita harap ke depan selain bermanfaat juga tentu untuk kesinambungannnya pelru diperlihara warga, juga bisa merangsang masuknya program ikutan dari pemerintah yang muranya kesejahteraan warga,” pungkasnya. (ion)

Baca Juga:  Besok Sejumlah Anggota Forkopimda & Perwakilan Jurnalis Divaksin Sinovac

Komentar