Harga Tiket Pesawat ke NTT Masih Tinggi, PHRI Merasakan Dampak Langsung Turunnya Okupansi

oleh

Waingapu.Com – Masing tingginya harga tiket pesawat dari dan ke wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak multi sektor. Salah satunya adalah tingkat hunian dan akomodasi Hotel dan restoiran di seluruh wilayah Flobamorata. Hal itu diungkapkan oleh RM Tri Arachis H, Sekretaris BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTT, Kamis (15/9/2022) siang lalu.

“Kami tentu merasakan dampaknya dan untuk itu secara masif dan stimultan kami juga berjuang semampunya menyuarakan tingginya harga tiket dari dan NTT. Kami berharap agar kebijakan pemerintah ke depan melihat dan peka pada situasi ini,” tandasnya pada wartawan usai ceremonial pelantikan pengurus BPC PHRI Sumba Timur di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi.

Baca Juga:  Pelabuhan Waingapu Siap Sukseskan Tol Laut

Beberapa hari yang lalu, lanjut Tri Arachis, pihaknya bertemu dan berbicara dengan GM Lion Air.  Dari pembicaraan itu sebutnya, dijelaskan pihak Lion Air, tingginya harga tiket di NTT disebabkan banyak faktor. 

“Banyak faktor penyebab tingginya harga tiket salah satunya pembiayaan maskapai untuk Avtur. Biaya Ground Handling pesawat dimana untuk perjamnya mencapai 8 juta. Kemudian biaya operasional untuk terbang perjamnya saja 40 juta, jadi bisa dibayangkan jika penumpang sedikit. Ini memanng probelm yang harus kita urai dan tentunya pemerintah bisa memberikan solusi, itu harapan kami,” timpalnya sembari menambahkan, informasi terbaru menyebutkan turunnya harga tiket sebesar 15 persen.

Deny Sinatra, selaku ketua BPC PHRI Sumba Timur yang baru saja dilantik juga menyuarkaan keluhan serta harapan yang sama. Pengusaha restoran dan kafe di kota Waingapu itu menegaskan, upaya untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu lokomotiv tumbuh kembangnya ekonomi, tentu pelru didukung sejumlha faktor.

Baca Juga:  Teknologi Barsha Diapresiasi Wakil Bupati Sumba Timur

“Membangun sektor pariwisata sebagai lokomotiv tumbuh kembangnya ekonomi daerah ini tentunya tidak bisa dilakukan secara parsial. Tapi harus digelorakan sebagai spirit bersama multi pihak. Karena itu tentu perlu adanya sinergitas dan komunikasi yang baik bagi semua stake holder. Harga tikert pesawat yang masih tergoloing tinggi saat ini tenntu menjadi harapan agar ke depannya lebih bersahabat, ” tandas Deny dalam sambutannya paska dilantik oleh RM Tri Arachis H, Sekretaris BPD PHRI NTT didampingi Robby Rawis, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum, mewakili Ketua PHRI NTT itu. (ion)

Komentar