Hadapi Pilpres & Pileg, Bupati Sumba Barat Tegaskan ASN Harus Netral

oleh -9 views
Agustinus Niga Dapawole

Waingapu.Com – Bupati Sumba Barat, NTT, Agustinus Niga Dapawole menegaskan para Aparatur Sipil Negara (ASN) ajib bersikap netral dalam menyongsong Pemilihan Presiden (Pilpres), Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRD Kabupaten, Propinsi hingga DPR – RI dan DPD RI. Hal itu kembali diingatkan figur yang akrap disapa Niga itu, kala ditemui di Jakarta, di sela – sela kegiatan dinasnya, Kamis (21/03) kemarin.

“Menghadapi Pilpres dan Pileg nanti, kepada seluruh Aparatur Sipil Negara harus bersikap netral hingga tidak menimbulkan hal – hal yang dapat mencurigakan dan pada akhirnya kita akan mendapatkan hasil Pilpres dan Pileg dalam suasana damai dan nyaman,” tegasnya.

Selain itu, Bupati Niga juga mengharakan kepada seluruh masyarakat Sumba Barat untuk menyongsong dan menghadapi pesta demokrasi lima tahunan itu, tetap dalam suasana rukum, sekalipun miliki perbedaan pilihan. Warga dihimbaunya tetap mengedepankan rasa kekeluargaan, kasih dan perdamaian.

Sebelumnya seruan serupa juga digaungkan oleh salah satu tokoh agama dan seorang tokoh adat di Sumba Barat. Adalah Pendeta Teofilus Mete, Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) Gereja Kristen Sumba (GKS) Cabang Waikabubak, Senin (18/03) lalu menyuarakan harapan senada.

“Menurut nasihat Alkitab bahwa dimana ada kasih persaudaraan yang luhur disanalah berkat Tuhan memerintah. Dengan kasih itulah bisa memperbaiki wajah negara kita ini yang banyak persoalan. Hanya dengan kasih itulah kita bisa menyelaikan dan mensukseskan Pemilu tersulit di dunia. Dan itu hanya terjadi di Indonesia, dimana dalam satu hari kita memilih Presiden dan Wakilnya, Anggota DPD, DPR – RI, DPRD Propinsi dan Juga DPR Kabupaten ,” urai Teofilus

Terpisah, Lado Regi Tera, yang merupakan tokoh adat (TOGA) dan juga Rato (Tetua adat) Kampung Tarung, RT 17, RW 09, Kelurahan Sobawawi, Kecamatan Loli, juga memberikan himbauan dan seruan senada. Bahkan Laado juga memberikan himbauan khusus kepada para calon anggota legislatif untuk menjadi tokoh yang memberikan kesejukan dan bisa menerima hasil dalam proses politik 17 April mendatang dengan lapang dada.

“Hasil Pilpres nanti juga pemilihan anggota legislatif nanti harus bisa diterima kenyataannya, terutama bagi para Caleg. Kalau kalah terima, jangan lagi bilang seperti ini – seperti ini. Itu yang sering terjadi, jangan buat masyarakat yang sudah bodoh diperbodohi lagi,” tandas Lado. (usa-ion)

Komentar