Huni Lapas Bukan Akhir: 50 Narapidana di Waingapu Dilatih Jadi Tukang dan Petani Siap Saing

oleh
Sebanyak 50 warga binaan Lapas Waingapu mengikuti pelatihan eterampilan meubel kayu dan pertanian-Foto: istimewa

Waingapu.Com-Tak semua yang keluar dari Lapas akan kembali mengulangi kesalahan. Setidaknya itu yang ingin dibuktikan Lapas Kelas IIA Waingapu lewat program pelatihan keterampilan meubel kayu dan pertanian yang resmi dibuka Senin (21/7/2025) siang lalu. Bekerja sama dengan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja serta Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Timur, pelatihan ini menyasar 50 warga binaan terpilih yang akan digembleng menjadi individu siap kerja.

Menurut Kalapas Waingapu, Gidion I. S. A. Pally, kegiatan ini merupakan upaya konkret untuk menjadikan lapas sebagai ruang pembinaan, bukan semata-mata penghukuman.

“Setiap peserta akan dilatih oleh instruktur berpengalaman. Kami ingin memastikan mereka keluar nanti bukan dengan tangan kosong, tapi dengan bekal keterampilan yang bisa dijual di pasar kerja,” katanya.

Pelatihan berlangsung selama beberapa pekan ke depan, terdiri dari kelas teori, praktik langsung, dan simulasi kerja. Lahan pertanian dan bengkel kerja sudah disiapkan di dalam lingkungan Lapas. Instruktur dari dinas terkait hadir setiap hari untuk memberikan bimbingan teknis.

Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, yang hadir membuka kegiatan, menyampaikan pesan kemanusiaan yang kuat. “Kami tidak sedang memanjakan narapidana. Kami sedang membina manusia,” ucapnya.

Para peserta pun menyambut program ini dengan antusias. “Saya ingin buktikan ke anak saya kalau Bapa bisa berubah,” ucap salah satu warga binaan yang ikut pelatihan pertanian.

Dengan pelatihan ini, Lapas Waingapu membuktikan satu hal: masa lalu bukan penentu masa depan. Dengan kemauan, pembinaan, dan dukungan, semua orang bisa mulai dari awal.(ion)

Komentar