Jakarta, Waingapu.Com-Temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengenai kandungan narkotika dalam liquid vape menjadi alarm serius bagi perlindungan generasi muda di Indonesia. Perangkat yang selama ini dianggap sebagai alternatif rokok ternyata berpotensi menjadi media penyalahgunaan zat psikoaktif.
Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mengungkapkan bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kandungan berbahaya dalam sejumlah sampel liquid. “Kami menemukan 11 sampel mengandung kanabinoid sintetis, satu sampel mengandung methamphetamine, serta 23 sampel mengandung etomidate yang merupakan obat bius,” ujarnya.
Etomidate sendiri merupakan obat anestesi yang penggunaannya harus berada di bawah pengawasan medis. Penyalahgunaan zat ini dapat menimbulkan efek sedatif yang berbahaya bagi kesehatan.
BNN menilai bahwa tren ini sangat mengkhawatirkan karena menyasar kalangan remaja dan anak muda yang menjadi pengguna terbesar vape. Bentuknya yang modern dan aromanya yang beragam membuat perangkat ini lebih mudah diterima di lingkungan sosial.
“Kami melihat adanya upaya sistematis untuk memanfaatkan vape sebagai sarana distribusi narkotika yang sulit terdeteksi,” kata Suyudi.
Temuan ini diperkuat oleh pernyataan Kepala Pusat Laboratorium Narkotika BNN RI Brigjen Pol. Supiyanto pada wartawan sebelumnya. Figur yang pernha menjabat Kapolres Sumba Timur itu menyebutkan bahwa pengujian terhadap 438 sampel liquid di pasaran menunjukkan adanya kandungan narkotika pada sejumlah produk.
“Pengambilan sampel dilakukan dari cartridge maupun kemasan yang dijual bebas, sehingga mencerminkan kondisi nyata di lapangan,” jelasnya.
Sebagai respons terhadap situasi tersebut, BNN mengusulkan pelarangan peredaran vape melalui revisi RUU Narkotika dan Psikotropika yang saat ini masuk dalam Prolegnas Prioritas 2026.
Langkah ini juga mendapat dukungan dari Komisi III DPR RI yang menilai perlunya tindakan tegas guna mencegah meluasnya penyalahgunaan narkotika.
Meski demikian, kebijakan pelarangan masih dalam tahap pembahasan dan memerlukan kajian lebih lanjut agar dapat memberikan solusi yang komprehensif.
BNN berharap masyarakat, khususnya orang tua dan institusi pendidikan, meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan vape di kalangan remaja. Edukasi dan pengawasan dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah dampak yang lebih luas.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa ancaman narkotika terus berkembang mengikuti tren gaya hidup, sehingga diperlukan respons kebijakan yang adaptif dan tegas dari pemerintah.(ion)







