Lonjakan Kekerasan pada Anak dan Perempuan di Sumba Timur, Legislator ini Datangi Rumah Perlindungan dan Tegaskan Peran Negara

oleh
Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga didampingi Sekda Sumba Timur, Umbu Ng. Ndamu dan Ketua GMKI Waingapu, Umbu Kudu Jangga Kadu, saat mengunjungi rumah perlindunga/aman di komplek Kantor Dinas Sosial setempat-Foto: Waingapu.Com

Waingapu.Com-Maraknya kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumba Timur kembali menjadi alarm keras bagi penegakan hukum dan perlindungan sosial. Hal ini menggerakkan Anggota DPR RI Komisi XIII, Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga, untuk turun langsung meninjau Rumah Perlindungan Sumba Timur bersama GMKI Waingapu., Sabtu (22/11/2025) petang lalu.

Rudi Kabunang menyebut kunjungan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus politik. Ia menyampaikan bahwa negara harus hadir seutuhnya, khususnya bagi korban yang kini berada dalam kondisi rentan secara ekonomi maupun psikologis.

Dalam pertemuannya dengan para korban, Rudi mengaku prihatin atas tingginya angka kekerasan yang terdata dalam beberapa tahun terakhir. Ia menekankan bahwa kasus-kasus ini tidak boleh sekadar menjadi angka dalam laporan tahunan.

Ketua GMKI Waingapu, Umbu Kudu Jangga Kadu, yang mendampingi kunjungan tersebut bersama Sekda Sumba Timur, Umbu Ng. Ndamu menilai bahwa kunjungan legislatif semacam ini membawa harapan baru. Menurutnya, korban membutuhkan jaminan perlindungan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga hukum dan sosial.

Petugas rumah aman yang ditemui dalam kesempatan itu menyampaikan masih banyak kebutuhan yang belum tercukupi. Fasilitas untuk konseling, ruang tidur yang layak, serta dukungan medis menjadi fokus pembenahan.

GMKI Waingapu, yang selama ini aktif mengawal kasus kekerasan, menilai bahwa penanganan harus dilakukan secara terpadu dan melibatkan banyak pihak. Mereka menegaskan perlunya konsistensi pemerintah pusat dan daerah dalam menyediakan anggaran perlindungan.

Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen kolaborasi lintas lembaga. Rudi Kabunang memastikan akan membawa rekomendasi resmi untuk memperkuat perlindungan korban di tingkat nasional.

Dengan meningkatnya perhatian politik dan publik, harapan baru muncul bagi para penyintas kekerasan di Sumba Timur. Mereka menanti perubahan nyata dalam kebijakan dan layanan perlindungan ke depan.(ped)

Komentar