LPS–OJK–Bank NTT Bersatu, Perkuat Inklusi Keuangan UMKM di Sumba Timur

oleh
LPS, OJK dan Bank NTT bersinergi berikan literasi keuangan bagi UMKM di Gedung Nasional Waingapu(Foto Kolase: Waingapu.Com)

Waingapu.Com-Sinergi tiga lembaga keuangan menjadi kekuatan utama dalam mendorong literasi keuangan di Sumba Timur. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT, dan Bank NTT bersatu dalam satu misi: memperkuat inklusi keuangan bagi UMKM.

Kolaborasi ini terlihat dalam kegiatan edukasi keuangan yang diikuti ratusan pelaku usaha lokal. Di tengah tantangan ekonomi, langkah ini dinilai strategis untuk menjaga stabilitas usaha kecil.

Tidak sekadar sosialisasi, kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran praktis. Peserta diajak memahami bagaimana sistem keuangan bekerja dan bagaimana mereka bisa terlibat di dalamnya.

Kepala Kantor Perwakilan LPS II, Bambang S. Hidayat, menekankan bahwa inklusi keuangan harus diiringi pemahaman yang memadai.

“Pelaku usaha perlu memahami cara mengelola keuangan secara bijak agar usaha mereka bisa tumbuh berkelanjutan,” ujarnya dalam kegiatan yang terlaksana di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi, Jumat (24/4/2026) pagi hingga siang lalu.

Ia menambahkan, peran LPS dalam menjamin simpanan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap perbankan.

OJK NTT, sebagai regulator, memastikan bahwa akses keuangan yang diberikan tetap berada dalam koridor yang aman dan legal.

“UMKM membutuhkan edukasi agar tidak salah dalam memilih layanan keuangan,” kata Yan Jimmy Hendrik Simarmata.

Menurutnya, literasi keuangan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga soal perlindungan terhadap masyarakat.

Bank NTT sebagai bank daerah turut memainkan peran penting dalam memperkuat ekonomi lokal melalui pembiayaan dan layanan keuangan.

Direktur Treasury Bank NTT, Heru Helbianto, menyatakan komitmen lembaganya untuk terus mendukung UMKM.

“UMKM harus menjadi sektor yang tangguh karena mereka adalah penggerak utama ekonomi daerah,” ujarnya.

Sinergi ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antar lembaga dapat menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan pemahaman yang lebih baik, pelaku UMKM diharapkan mampu mengambil keputusan finansial yang lebih tepat.

Di tengah ketidakpastian ekonomi, literasi keuangan menjadi benteng. Dan di Sumba Timur, benteng itu sedang dibangun bersama.(ion)