Bali, Waingapu.Com-Aroma lumpur bercampur sampah masih menyelimuti kawasan Pasar Badung pascahujan deras yang mengguyur Denpasar pekan lalu. Namun, Sabtu (13/9/2025) pagi, suasana berbeda tampak di pasar terbesar di Bali itu. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Kodi-Bali datang dengan semangat gotong royong, membawa sapu, karung, dan alat seadanya untuk membersihkan setiap sudut pasar.
Aksi mereka bukan sekadar membersihkan tumpukan plastik dan genangan air, tetapi juga mengangkat lumpur yang menutupi jalur pejalan kaki serta area jualan pedagang. Beberapa mahasiswa bahkan rela berlumuran lumpur demi memastikan pasar kembali nyaman digunakan.
Para pedagang menyambut hangat langkah ini. Tak sedikit yang ikut turun membantu. Mereka mengakui kehadiran mahasiswa bukan hanya meringankan beban fisik membersihkan pasar, tetapi juga menghadirkan semangat baru untuk menjaga kebersihan bersama.
Ketua Himpunan Mahasiswa Kodi-Bali, Alexsandro Tanggu Holo Kaha, menegaskan bahwa aksi ini adalah bukti nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat. “Kami hadir tidak hanya untuk belajar di kampus, tetapi juga melayani masyarakat lewat aksi sosial,” ujarnya.
Selain Alexsandro, Ketua Divisi Aksi dan Pelayanan, Herbertus Wora Bombo, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di pusat ekonomi rakyat seperti pasar.
Semangat mahasiswa disambut positif Dewan Pertimbangan Himpunan Mahasiswa Kodi-Bali, Nimrod Kapodo. Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus selalu hadir di tengah masyarakat, membawa gagasan perubahan sekaligus tindakan nyata.
Lebih dari sekadar aksi bersih-bersih, kegiatan ini menjadi pesan moral: kebersihan bukan hanya urusan pemerintah atau pengelola pasar, tetapi tanggung jawab semua pihak. Mahasiswa memberi teladan, masyarakat menyambut, dan Pasar Badung kembali berdenyut dengan wajah yang lebih segar.(ped)







