Puluhan Alat Berat Didatangkan dari Jakarta ke Palakahembi, Proyek Tambak Udang Raksasa Sumba Timur Dipacu Meski Ganti Rugi Lahan Belum Cair

oleh
Sebagian alat berat yang didatangkan dari Jakarta guna mendukung pekerjaan Proyek Tambak Udang Modern di Palakahembi, Sumba Timur, NTT (Foto: Waingapu.Com)

Masuknya armada alat berat tersebut diperkirakan akan mempercepat pekerjaan pembukaan lahan, pembangunan akses, penataan kawasan, hingga pekerjaan konstruksi infrastruktur utama proyek yang menjadi salah satu investasi strategis di Kabupaten Sumba Timur.

Di tengah percepatan pembangunan, Abdul Kadir tidak menampik bahwa proses pembayaran ganti rugi lahan kepada masyarakat masih mengalami penundaan. Namun ia memastikan kondisi tersebut tidak berkaitan dengan pembatalan pembayaran.

Menurutnya, KSO masih memastikan seluruh dokumen administrasi benar-benar lengkap sehingga proses pembayaran nantinya dapat dilakukan tanpa menimbulkan persoalan hukum maupun kesalahan administrasi.

“KSO masih menunggu administrasi yang clear agar tidak salah melangkah,” katanya.

Ia menegaskan, komitmen perusahaan untuk menyelesaikan hak-hak masyarakat tetap menjadi prioritas. Setelah seluruh persyaratan administrasi dinyatakan lengkap, pembayaran akan segera diproses. “Tetap berproses, malah mungkin akan diusahakan secepat mungkin,” ujarnya.

Lahan yang akan dibebaskan nantinya menjadi bagian penting dari pembangunan jalur intake air laut menuju kawasan tambak. Infrastruktur tersebut dirancang menggunakan dua jalur pipa raksasa berdiameter dua meter yang membentang sekitar 500 meter ke arah laut hingga kedalaman 15 meter sebagai sumber pasokan air bagi operasional tambak udang modern.

Percepatan pembangunan melalui penambahan alat berat diharapkan mampu menjaga target progres proyek, sembari menunggu penyelesaian proses administrasi pembayaran ganti rugi kepada masyarakat terdampak.(ion/ped)