Waingapu.Com-Distribusi air bersih di wilayah Kota Waingapu dan Kecamatan Kambera kembali menjadi sorotan publik. Pemerintah daerah mengakui masih banyak titik yang belum terlayani optimal akibat kapasitas produksi dan jaringan distribusi yang belum memadai. Pengakuan itu disampaikan langsung Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, dalam acara Konsultasi Publik Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Selasa (25/11/2025).
Menurut Wakil Bupati, keluhan publik terkait air bersih bukan lagi hal baru, namun pemerintah kini menyiapkan langkah perbaikan yang lebih terstruktur. Konsultasi publik menjadi pintu masuk untuk memperbaiki dokumen usulan sebelum dibawa ke Kementerian PUPR.
“Beberapa kawasan kota masih kesulitan air pada jam-jam tertentu. Itu artinya jaringan kita belum bekerja maksimal,” ujar Yonathan.
“Optimalisasi ini penting agar masyarakat mendapatkan kepastian layanan yang layak,”timpalnya
Sumber air baku yang saat ini dimanfaatkan pemerintah, seperti Mata Air Lakulu, Payeti, dan Gunung Meja, dinilai belum dimaksimalkan karena keterbatasan infrastruktur. Banyak jaringan pipa distribusi sudah berumur sehingga tidak mampu menyalurkan air sesuai kapasitas.
Peserta forum juga menyoroti seringnya gangguan layanan di kawasan pemukiman baru. Dengan pertumbuhan penduduk yang cepat, kebutuhan air meningkat, sementara perluasan jaringan belum mengikuti perkembangan tersebut.
Bappeda Kabupaten Sumba Timur menjelaskan bahwa usulan optimalisasi SPAM mencakup peningkatan kapasitas instalasi pengolahan air, penataan ulang jaringan transmisi, dan penambahan reservoir untuk menjaga kontinuitas suplai.
“Kalau infrastrukturnya kuat, layanan akan stabil. Masyarakat butuh air setiap hari, bukan sesekali,” kata perwakilan teknis Bappeda.
Forum ini menjadi momentum penting karena masukan dari masyarakat akan menentukan prioritas pembangunan. Pemerintah daerah berharap semua keluhan yang muncul dapat dijawab melalui rancangan program yang lebih realistis dan terukur.(ion)







