Sungai, Peti Jenazah dan Buaya: Realita Akses Minim di Kiritana Sumba Timur

oleh

Waingapu.Com-Sungai Kambaniru bukan sekadar aliran air bagi warga Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur , NTT. Ia adalah jalur hidup, sekaligus ancaman yang harus dihadapi setiap hari.

Sejak Jumat (24/4/2026) sebuah video viral menunjukkan betapa memprihatinkan kondisi yang disuguhkan. Betapa tiidak, warga terlihat memikul peti jenazah, menyeberangi sungai yang dalam dan berarus deras.

Pemandangan itu bukan rekayasa. Itu adalah realitas yang dihadapi masyarakat setempat sejak jembatan gantung putus pada 2021.

“Airnya dalam dan deras. Tapi kami harus tetap jalan dan lewat antar jenazah keluarga kami,” ujar warga setempat yang sempat mengantar jenazah menuju Dusun Laihiding, Desa Kiritana.

Peti jenazah yang dibalut kain tenun khas Sumba Timur itu diangkat bersama-sama. Tanpa alat bantu, tanpa perlindungan, hanya kekuatan fisik dan solidaritas.

Bukan lagi rahasia, sungai Kambaniru juga dikenal sebagai habitat buaya. Ancaman itu membuat setiap langkah bak masuki medan taruhan.

Namun bagi warga, pilihan nyaris tidak ada. Menunggu bantuan berarti menunda prosesi duka yang harus segera diselesaikan.

Jenazah yang diantar dari Waingapu akhirnya berhasil dibawa ke rumah duka, setelah melewati dua kali penyeberangan sungai.

Kepala Desa Kiritana, Jhonson Dena Tola, menyebut kondisi ini sebagai situasi darurat yang berlangsung terlalu lama.

“Ini bukan sekali dua kali terjadi. Setiap ada kebutuhan mendesak, warga kami harus lewat sungai,” katanya.

Ia menambahkan, warga sangat membutuhkan akses yang aman dan layak, terutama jembatan penghubung.

Sementara itu, sebagian warga mencoba menggunakan sampan kecil. Namun cara ini juga memiliki risiko tinggi, terutama saat debit air meningkat.

Kondisi ini memperlihatkan kesenjangan infrastruktur yang masih terjadi di daerah terpencil. Di tengah ancaman alam dan keterbatasan fasilitas, warga Kiritana terus bertahan. Namun setiap penyeberangan adalah pengingat bahwa hidup di sana masih penuh perjuangan dan kadang bertaruh nyawa.(ion)