Tiga Menteri Datang ke Sumba Timur, Warga Titip Harapan Penyelesaian Kompensasi Lahan Tambak Udang

oleh
Project Construction Manager PT Adhi Karya, Abdul Kadir, berlatar salah satu lokasi yang nantinya jadi bagian sarana IPAL sesuai standar internasional (Foto: Waingapu.Com)

Menurutnya, sebagian warga kini mulai memahami bahwa keterlambatan pembayaran bukan semata-mata disebabkan oleh keinginan salah satu pihak, melainkan karena masih adanya proses administrasi yang harus diselesaikan sebelum pencairan dapat dilakukan. Keterangan ini sejalan dengan hasil wawancara yang menyebut adanya kendala administrasi dalam proses pembayaran.

Karena itu, lanjut Arif, masyarakat memilih tetap menunggu proses yang sedang berjalan sambil berharap seluruh tahapan administrasi dapat segera dituntaskan sehingga hak-hak warga dapat dipenuhi.

Dalam wawancara melalui telepon selulernya, Arif juga mengaku tetap optimistis persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik antara pemerintah, pelaksana proyek, dan masyarakat. “Saya masih optimistis semua bisa berjalan dengan baik. Yang penting komunikasi tetap dibangun sehingga persoalan yang ada dapat diselesaikan bersama,” katanya.

Harapan masyarakat tersebut semakin menguat menjelang kedatangan tiga menteri yang dijadwalkan meninjau langsung perkembangan pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi di Kecamatan Pandawai.

Selain menjadi agenda peninjauan proyek, kunjungan lintas kementerian itu diharapkan menjadi ruang memperkuat koordinasi penyelesaian berbagai persoalan yang masih dihadapi di lapangan, termasuk percepatan penyelesaian administrasi yang berkaitan dengan masyarakat.