Home > Berita > Bangkitkan Budaya Baca, SDI Laipori Kini Punya Perpustakaan Ramah Anak

Bangkitkan Budaya Baca, SDI Laipori Kini Punya Perpustakaan Ramah Anak

Peresmian Gedung Perpustakaan

Waingapu. Com – Perpustakan ataupun taman bacaan yang ada idealnya dijadikan sumber mimpi dan inspirasi anak. Oleh karena itu, harus dikemas semenarik mungkin bagi anak – anak. Merespon hal itu, Sekolah Dasar Inpres (SDI) Laipori, Desa Palakehembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, dilengkapi dengan perpusatakaan ramah anak yang difasilitasi oleh Taman Baca Pelangi. Diharapkan dengan hadirnya perpustakaan ramah anak yang diresmikan Jumat (05/04) siang lalu bisa membangkitkan animo budaya baca bagi para siswa dan siswi setempat.

“Taman bacaan pelangi sebagai perpustakan ramah anak yang di SDI Laipori ini merupakan Taman Bacaan yang ke 109 di Indonesia. Keberadaan taman bacaan ini bertujuan untuk kembangkan kebiasaan membaca yang diikuti dengan ketersediaan akses untuk membaca. Perpustakaan idealnya jadi sumber mimpi dan inspirasi anak,” ungkap Nila Tanzil, Founder Taman Bacaan Pelangi (TBP) dalam sambutannya sebelum peresmian TBP ramah anak di SDI Laipori bersama Kepala Dinas Pendidikan Sumtim yang diwakili oleh Kepala Seksi Paud/TK, Marthen R. Ndahawali.

Ruang Perpustakaan Ramah Anak

Nila juga berharap peran otang tua dan guru untuk memacu anak rajin membaca, sehingga terpacu untuk menggapai mimpi dan cita – citanya. “ Sebagai sumber mimpidan inspirasi anak, taman bacaan atau perpustakaan tentunya akan jauh lebih bermanfaat jika disertai dengan [eran guru dan orang tua dalam memacu anaknya menggapia dan mewujudkan mimpinya. Kebiasaan baca sejak dini akan menjadi kebiasaan dan bahkan budaya yang dibawa terus hingga anak – anak dewasa,” timpal Nila.

Sebelumnya, sebelum prosesi peresmian yang juga dihadiri oleh ketua komite SDI Laipori, Robinson H, dan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat itu, Kepala Sekolah (Kasek) SDI Laipori, Mery Herlianis Lay memaparkan bahwa selama ini yang menjadi tantangan adalah masih adanya siswa yang belum bisa membaca dengan lancar. Dengan kehadiran TBP untu membuat perpustakaan menjadi ramah pada anak, tentunya diharapkan perpustaakan akan jadi tempat yang menarik dan membuat anak – anak betah di dalamnya. “Pendidikan tanpa membaca pada hakekatnya adala mati. Karena itu, kita bersama dipehadapkan pada tantangan untuk menjadikan membaca sebagai kebutuhan. Perpustakan ramah ini adalah dikemas semenarik mungkin dan menyenangkan bagi anak – anak. Image bahwa perpustakaan itu tempat berjejal nya buku, alat peraga dan tempat yang membosankan bahkan terkesan sebagai gudang, dnega kehadiran TBP ini kita hilangkan,” tandas Mery.

Sekolah yang miliki 158 murid dan terbagi dalam delapan rombongan belajar ini, kini lebih berwarna seiring kehadiran perpustakaan ramah anak. “Tentunya kami dari Dinas Pendidikan memberikan apresiasi yang tinggi buat Taman Bacaan Pelangi yang sudah menyediakan perpustakaan ramah anak di Sekolah ini. Harapan kami semuanya bisa dimanfaatkan maksimal untuk peningkatan kualitas pendidikan di sekolah ini,” harap Marthen R. Ndahawali, dalam sambutannya sebelum peresmian perpustakaan yang ditandai dengan penguntingan pita bersama founder TBP.(ion)

Komentar

komentar