Budaya Baca Masyarakat Indonesia Minim, Apakah Berpengaruh pada Masa yang akan Datang?

oleh
oleh

Membaca adalah sebuah kegiatan yang dilakukan seseorang sebagai sumber belajar ,dan dengan membaca seseorang dapat menjelajahi berbagai dunia. Sesesorang tidak akan dikatakan sebagai kutu buku jika orang tersebut hanya membaca sebuah buku secara sekilas tanpa mengetahui maksud isi dari buku itu seperti apa. Fakta mengatakan bahwa pada UNESCO menyebutkan pada maret 2016 bahwa negara Indonesia adalah urutan kedua terkait budaya membaca yang masih sangat rendah. Jika hal ini dibiarkan secara terus menerus maka akan sangat berpengaruh pada perkembangan negara di Indonesia apalagi negara Indonesia adalah negara berkembang. 

Dilihat dari perkembangan teknologi yang semakin hari semakin canggih ini juga menjadi pemicu rendahnya minat membaca pada masyarakat Indonesia salah satunya ialah ketergantungan pada gadged. Pemakain gadged dimulai dari kalangan anak-anak, pelajar, orang dewasa. Kesadaran minat membaca nyatanya tidak diterapkan masing-masing orang. Jika dilihat secara realitanya didikan orang tua adalah yang paling utama, tetapi nyatanya didikan yang diberikan kepada anak dilakukan dengan pemakaian gadged secara berlebihan tanpa terkontrol secara penuh dan menimbulkan ketergantungan pada anak. 

Baca Juga:  Sila ke-5: PR Legislatif Baru Sumba Timur

Pemakaian gedged inilah yang menjadi pemicu tidak berkembangnya bangsa Indonesia,yang hanya eksis dimedia social tetapi tidak secara pengetahuannya. Orang dengan mudah menguasai gadged tetapi tidak semua orang dengan mudanya membaca habis buku bacaannya.

Budaya membaca hanya sebatas sebuah formalitas biasa yang tidak menjadi sebuah prioritas. Kita gemar sekali mengatakan secara lantang bahwa ingin menjadi orang sukses tetapi tidak berkaca pada diri sendiri bagaimana budaya membaca kita. Kesuksesan seseorang tidak akan didapatkan secara instan jika tidak dimulai dengan sebuah kebiasan. Stigma yang dihadapkan oleh masyarakat Indonesia mengenai budaya membaca berpengaruh pada SDM yang kurang memiliki pengetahuan secara luas sehingga tidak mampu mengelola dan membangun SDA yang ada.Seorang jurnalis,presenter sekaligus seorang aktifis Indonesia, yakni Najwa Shihab mengatakan bahwa Minat baca adalah keterampilan yang harus dilatih seperti halnya lari marathon.

Baca Juga:  Pulau-Pulau Kecil & Dampak Nyata Krisis Iklim

Jika dilihat dari perkataan najwa shihab diatas maka kita mengetahui bahwa jika minat membaca kita terus diasah maka akan memberikan hasil yang memuaskan. Orang yang pintar sekalipun akan terus mengasah pikirannya dengan membaca. Perubahan apapun itu jika ada kesadaran dan kemauan dalam diri kita pribadi untuk berubah maka akan menjadi kenyataan. Sebuah Progresi harus di up to date dengan literasi membaca. Penyerapan dari sebuah buku bacaan memberikan pengalam baru untuk setiap orang dalam mengimplementasikan pengetahuan yang sudah didapatkan dalam kehidupan sehari. 

Terkadang kita dihadapkan dengan berbagai problematika kehidupan yang mengharuskan kita untuk bangkit berdiri maka solusinya adalah dengan membaca, tanpa sadar buku bacaan apapun itu akan menginspirasi kehidupan kita saat sekarang maupun dimasa yang akan datang.Indonesia membutuhkan generasi yang memiliki intelaktual yang tinggi, tingkatkan budaya membaca kita mulai dari sekarang.

Baca Juga:  MASYARAKAT DAN PENOLAKAN: Memanusiakan Manusia Dalam Konsep Pembangunan Ekologis

Komentar