Piala Dunia U-20 dan Pro-Kontra Kedatangan Timnas Israel ke Indonesia

oleh
oleh
Rudyolof Imanuel Malo Pinda, S.Sos

Perhelatan akbar sepak bola antar dunia kelompok umur berlabel FIFA World Cup (Piala Dunia) U-20 tinggal menghitung beberapa pekan lagi akan diselenggrakan di Indonesia, tepatnya pada 20 Mei hingga Juni 2023 mendatang. Sungguh sesuatu yang sangat membanggakan, negara kita Indonesia terpilih sebagai tuan rumah untuk menyelenggarakan even yang sangat bergengsi didunia ini.

Berbagai negara yang dinyatakan lolos kualifikasi untuk mengikuti piala dunia U-20 akan berdatangan ke Indoenesia. Israel contohnya salah satu negara yang berhasil lolos kualifikasi dalam mengikuti event piala dunia U-20 di Indonesia.

Kedatangan negara Israel menjadi pro kontra di masyarakat Indonesia. Bagi masyarakat yang kontra atau tidak setuju mengatakan bahwa kedatangan negara Israel merupakan sesuatu yang tidak boleh terjadi mengingat negara Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara Israel, selain itu juga Indonesia merupakan salah satu negara yang tidak setuju akan Israel yang masih terus menjajah bangsa Palestina hingga saat ini.

Bagi kalangan masyarakat yang pro akan kedatangan negara Israel berpendapat bahwa ini merupakan event olahraga dan jangan dibawa ke ranah politik, karena pada dasarnya olahraga tidak memandang suku, agama, ras dan budaya tetapi dengan olahraga kita bisa dapat menjalani hubungan yang harmonis satu dengan lainnya.

Baca Juga:  Catatan Kritis FP2ST: Anggaran Miliaran, Pembangunan Irigasi D.I. Mata Desa Wanga Mubazir

Fokus pada persiapan dan kemenangan Timnas

Sudah lama masyarakat Indonesia menantikan timnas kesayangannya tampil pada perhelatan akbar piala dunia dan setelah menanti bertahun-tahun lamanya kesempatan itu akhirnya diberikan oleh FIFA kepada negara Indonesia sebagai tuan rumah piala dunia U-20. Ketika pemerintah Indonesia mendaftarkan diri ke FIFA sebagai tuan rumah piala dunia U-20 dan setelah diterima oleh FIFA tentu segala persiapan sudah harus dipikirkan secara matang dan baik karena seluruh fokus perhatian masyarakat dunia akan menuju ke Indonesia untuk menyaksikan pertandingan piala dunia U-20 yang sangat bergengsi ini.

Menurut hemat penulis sebaiknya kita sebagai masyarakat Indonesia ikut membantu dan mendoakan pemerintah dalam mensukseskan ajang piala dunia U-20 ini dari pada kita sibuk memikirkan kedatangan negara Israel. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah Indonesia dalam ajang bergengsi ini seperti infastruktur (lapangan, bandara, tempat penginapan dan lain sebagainya) keamanan, dan yang tidak kalah pentingnya adalah mempersiapkan timnas Indonesia agar bisa memberikan hasil yang maksimal dalam piala dunia U-20.

Baca Juga:  Pelaku Industri Wisata Harus Menghormati Kearifan Lokal Masyarakat Sumba

Fokus pada persiapan U-20 dan penampilan terbaik timnas Indonesia merupakan sesuatu yang tidak bisa di tawar-menawar lagi. Sebagai masyarakat Indonesia tentu kita ingin melihat timnas kita mampu bersaing dengan negara-negara yang sudah malang melintang dalam ajang piala dunia U-20 ini. Suksesnya ajang piala dunia U-20 akan membuat negara kita akan lebih dihormati dan dipandang di dunia.

Perlunya pendekatan humanis dan kerjasama yang solid

Sebagai negara yang berlandaskan asas demokrasi pemerintah Indonesia perlu juga menyikapi dengan bijak aspirasi ormas yang menolak kedatagan negara Israel ke Indonesia dalam rangka mengikuti piala dunia U-20. Pemerintah tidak boleh menggunakan kekuasannya untuk langsung menahan masyarakat atau ormas yang menolak kedatangan negara Israel.

Pemerintah Indonesia perlu mengajak diskusi ormas-ormas yang menolak kedatangan negara Israel dan mensosialisasikan dengan baik atau secara humanis bahwa kedatangan negara Israel ke Indonesia hanya untuk mengikuti pertandingan olahraga dan pemerintah harus memastikan bahwa dukungan kepada Palestina untuk menjadi negara merdeka akan terus diperjuangkan karena sesuai dengan amanat konstitusi negara kita Indonesia.

Baca Juga:  Pilgub 2018, Antara Hati Hari Nurani VS Hati Terpaksa

Kerjasama yang solid antar semua tokoh agama, ormas dan pemerintah sangat diperlukan dalam mensukseskan ajang bergengsi piala dunia U-20. Tokoh agama penting untuk mengkampanyekan pesan perdamaian kepada umat atau jemaatnya agar mensukseskan ajang piala dunia U-20. Dengan kerjasama yang solid antar masyarakat dan pemerintah maka pekerjaan rumah terkait piala dunia U-20 bisa dapat diselesaikan dengan baik dan timnas kesayangan kita Indonesia bisa keluar menjadi juara atau tidak mampu menampilkan permainan terbaiknya.[*]

Penulis:
Nama : Rudyolof Imanuel Malo Pinda, S.Sos
Mahasiswa Magister Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadja Mada.

Komentar