Curi 4 Ekor Kuda di Praihambuli, Wunu Dibekuk Buser Polres Sumba Timur di Praipaha

oleh
oleh

Waingapu.Com – Wunu, seorang pria berusia 30 tahun asal Desa Makamenggit, Kecamatan Nggaha Ori Angu (Nggoa), tak berkutik saat dibekuk aparat di jalanan Desa Praipaha, Kamis (4/5/2023) siang lalu. Dia diincar lalu ditangkap karena terkait pencurian 4 ekor kuda di padang penggembalaan Laputu wilayah Desa Praihambuli, Nggoa, Sumba Timur, NTT. 

“Wunu  ditangkap Kamis lalu saat melintas menggunakan sepeda motor di wilayah Praipaha dilakukan pengejaran dan lalu dibekuk petugas tanpa perlawanan berarti darinya,”  jelas Kapolres Sumba Timur, AKBP Fajar WLS melalui Kasat Reskrim Iptu Jumpatua Simanjorang, Senin (8/5/2023) di Mapolres setempat.

Terkait kasus itu, Jumpatua lebih lanjut menguraikan, perburuan terhadap Balla yang merupakan rekan Wunu masih terus dilakukan petugas. 

Baca Juga:  Kembali, Polda NTT Grebek Narkoba di Waingapu

“Terduga pelaku lainnya yakni BD alias Balla sampai saat ini masih buron, kami telah terbitkan DPO dan saat ini masih dilakukan upaya  pengejaran oleh tim gabungan. Wunu hingga kini masih ditahan di Rutan Polres,” imbuh Jumpatua.

Tindak pdiana pencurian 4 ekor kuda dimaksud, kata Jumpatau terjadi pada Rabu (19/10/2022) silam. Dimana saat itu, kata dia, wunu dan Balla menggiring kuda incarannya ke tempat persembunyian. Setelah di rasa aman, sekira 3 mingggu berikutnya, Balla menghubungi pemilik ternak untuk disediakan uang tebusan sebesar Rp4 juta. Namun tidak diindahkan pemilik ternak yang mana kemudian membuatkan laporan polisi.

“Pengungkapan dan kemudian penangkapan pelaku dalam kasus ini bisa terjadi karena petugas melakukan penelusuran dan mengunpulkan bahan serta keternagan dari komplotan pencuri ternak sebelumnya ysng telah dibekuk dna kini meringkuk di Lapas Waingapu,” terang Jumpatua sembari menambahkan proses penelusuran dan penangkapan melibatkan unsur Buser Polres dan Unit Reskrim Polsek Lewa. 

Baca Juga:  Ramai di Media Sosial: Penggerebekan Terduga Pengguna & Pengedar Narkoba di Waingapu

Komentar