Sertifikasi Komunal Cegah Konflik
Lebih jauh, Yonathan menilai sertifikasi tanah masyarakat hukum adat memiliki arti penting bagi Sumba Timur. Sebab, persoalan pertanahan di Pulau Sumba tidak hanya berkaitan dengan administrasi batas dan dokumen kepemilikan, tetapi juga menyangkut klaim serta pengakuan hak masyarakat adat terhadap wilayah tertentu.
Ia menyebut persoalan tersebut juga ditemukan di sejumlah kabupaten lain di Pulau Sumba, seperti Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya. Karena itu, diperlukan pendekatan yang mampu memberikan kepastian hukum tanpa mengabaikan keberadaan komunitas adat dan hak-hak komunal mereka.
“Tidak kita pungkiri, tinggal di NTT khususnya di Sumba, konflik pertanahan itu pasti selalu ada. Ada yang berkonflik soal administrasi batas, ada yang berkonflik soal dokumen,” ungkapnya.
Menurut Yonathan, pendaftaran tanah secara komunal menjadi salah satu langkah yang sedang diupayakan pemerintah untuk mencegah munculnya konflik pertanahan yang melibatkan masyarakat hukum adat.
“Oleh karena itu, salah satu yang kita usahakan supaya tidak terjadi konflik-konflik seperti itu adalah mendaftarkan secara komunal,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yonathan juga menyampaikan apresiasi kepada Kuntoro Hadi Saputra atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di Sumba Timur. Ia sekaligus menyambut Danial Imanuel Liunesi untuk melanjutkan tugas di Tana Matawai Amahu Pada Njara Hamu.
Sementara itu, Kepala Kantor ATR/BPN Sumba Timur yang baru, Danial Imanuel Liunesi, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program dan pekerjaan yang telah dirintis oleh Kuntoro Hadi Saputra.
Danial menilai peningkatan pelayanan pertanahan, termasuk penyelesaian berbagai agenda sertifikasi tanah, membutuhkan dukungan serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Untuk kita bisa melanjutkan apa yang telah ditinggalkan oleh Bapak Kuntoro kepada saya dan teman-teman semua. Tentunya kita ATR/BPN perlu terus bersinergi dan berkolaborasi dengan ragam pihak,” tutur Danial.
Ia memastikan berbagai hal positif yang telah dicapai selama kepemimpinan sebelumnya akan menjadi pijakan untuk meningkatkan kinerja ATR/BPN Sumba Timur ke depan.
“Hal-hal baik yang sudah dicapai dan dirintis oleh pimpinan yang lama akan kami lanjutkan dan tingkatkan dalam waktu berikutnya,” tambahnya.







