Waingapu.Com-Dulu, saat kemarau jalannya bermahkotakan debu dan bebatuan lepas, dan saat penghujan licin dan berlumpur, yaa itulah realita jalur Karipi–Janggamangu atau dikenal luas di Sumba Timur sebagai jalan Padanjara. Kini, pemandangan itu perlahan berganti dengan hamparan aspal hitam mengilap. Jalan yang dulu bahkan disebut jalur neraka perlahan berubah jadi melankolis. Proyek peningkatan jalan sepanjang 7,62 kilometer itu segera tuntas akhir tahun ini.
Ruas strategis tersebut menghubungkan Waingapu ke wilayah selatan seperti Ngadu Nggala, Karera, dan Pinupahar. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menjadikannya prioritas pembangunan infrastruktur 2025. Demikian dipaparkan Kepala Dinas PUPR, Yohanis Njurumana beberapa hari lalu.
“Ini bukan sekadar proyek jalan, tapi penyambung urat nadi ekonomi masyarakat selatan,” ujarnya.
Dana sebesar Rp7,24 miliar dikucurkan dari APBD 2025, setelah sebelumnya anggaran DAK ditarik pusat. Pemerintah daerah tetap kukuh melanjutkan proyek lewat dana insentif fiskal dan efisiensi DAU.
Proyek dikerjakan sejak 11 Juli 2025 oleh CV Maghu Ate (Bumi Indah Group) dengan masa pelaksanaan 150 hari. Hingga pertengahan Oktober, progres mencapai 76 persen, menunjukkan komitmen kuat untuk merampungkan tepat waktu.
Pekerjaan utama berupa lapisan hotmix sepanjang 2,8 kilometer sudah hampir selesai, sementara saluran batu dan mortar mencapai 75 persen. Pekerjaan rabat bahu jalan dijadwalkan awal November.
“Kalau cuaca mendukung, seluruh ruas akan mulus 100 persen sebelum Natal,” ucap Njurumana optimistis.
Selain memudahkan akses logistik, proyek ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga lokal. Sejumlah pekerja dari desa sekitar direkrut, sehingga manfaatnya dirasakan langsung.
Dengan rampungnya jalan Karipi–Janggamangu, kondisi kemantapan jalan kabupaten di Sumba Timur meningkat drastis. Dari 54 persen tahun lalu, menjadi 100 persen pada akhir 2025.(ion)







