Di Balik Tambak Udang Rp7,2 Triliun di Sumba Timur, Ada Standar Lingkungan Internasional yang Diawasi Ketat

oleh
Project Construction Manager PT Adhi Karya, Abdul Kadir, berlatar salah satu lokasi yang nantinya jadi bagian sarana IPAL sesuai standar internasional (Foto: Waingapu.Com)

Untuk memenuhi standar tersebut, kawasan tambak dilengkapi sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berlapis. Air limbah dari setiap klaster tambak terlebih dahulu diproses di IPAL kluster sebelum dialirkan menuju IPAL utama yang memiliki luas sekitar 60 hektare.

Selain pengolahan limbah cair, proyek ini juga menerapkan pengelolaan lumpur hasil budidaya yang sebagian besar berasal dari sisa pakan dan material organik. Proses tersebut dilakukan agar kandungan yang berpotensi mencemari lingkungan dapat diminimalkan sebelum air dialirkan kembali ke alam.

Sebagai bagian dari sistem pengawasan, pengelola akan memasang water monitoring system pada jalur pembuangan air. Teknologi tersebut memungkinkan pemantauan kualitas air secara berkelanjutan sehingga potensi pencemaran dapat diketahui lebih dini.

“Sistem ini berfungsi untuk mendeteksi secara dini jika ada parameter yang berpotensi merusak lingkungan sekitar,” jelas Abdul Kadir.

Setelah seluruh tahapan pengolahan selesai dan hasilnya memenuhi standar kualitas lingkungan, air akan dialirkan melalui sungai alami menuju laut. Pihak pelaksana memastikan air yang keluar dari kawasan tambak telah melalui proses penyaringan menyeluruh sehingga tidak mencemari ekosistem pesisir Sumba Timur.

Penerapan standar lingkungan internasional ini diharapkan menjadi model baru pengembangan budidaya udang modern di Indonesia. Di satu sisi, proyek tersebut ditargetkan meningkatkan produksi udang nasional dan memperkuat daya saing ekspor, sementara di sisi lain tetap menjaga keberlanjutan lingkungan sebagai syarat utama pembangunan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan proyek tambak udang modern di Sumba Timur merupakan bagian dari strategi pemerintah memperkuat sektor budidaya udang nasional. Pemerintah menargetkan uji coba operasional dua klaster pertama dimulai pada 2027 dengan tetap menempatkan aspek lingkungan sebagai indikator penting keberhasilan proyek.(ped)