Di Sumba Timur 31 Nakes Dikarantina, 116 Sampel SWAB Masih Misteri

oleh -839 views
Chrisnawan

Waingapu.Com – Sebanyak 31 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) – NTT, masih harus jalani karantina, menyusul kewaspadaan meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19 yang hingga kini masih menjadi pandemi. Kebijakan itu dilakukan menyusul seorang Nakes pernah terkonfirmasi positif Covid-19, walau kini telah dinyatakan sembuh.

“Nakes yang masih karantina ada di Hotel Cendana juga di Mess RSUD. Dua puluh tiga orang di Hotel Cendana, delapan orang di mess RSUD,” ungkap Chrisnawan Tri Haryantana, juru bicara Gugus Tugas Percepatan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 Sumtim, dalam konferensi pers di aula Dinas Kesehatan Sumtim, Selasa (07/07) siang lalu.

Lebih lanjut Chrisnawan yang kala itu didampingi Lely Harakai, Direktris RSUD Umbu Rara Meha (URM) menjelaskan, dalil dibalik karantina yang dilakukan pada para para Nakes adalah sebagai bentuk langkah preventif.

Baca Juga:  Sebelas Sampel Masih Misteri, Delapan Sampel SWAB Sumba Timur Negatif Covid-19

“Pertimbangan mereka masih di karantina adalah karena kita masih menunggu hasil pemeriksaan SWAB yang baru saja dikirim Senin pagi kemarin. Jika nantinya hasilnya negatif baru kita nyaman untuk melepaskan mereka kembali ke keluarga dan beraktifitas layaknya biasa,” tambahnya Chrisnawan yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Sumtim itu.

Merujuk data yang dipaparkan Posko Percepatan Pencegahan dan Penangan Covid-19 Sumtim yang dibagikan via account media sosialnya juga group WhatsApp menyebutkan, hingga Selasa (07/ 07) sore, sebanyak 12 warga terkonfirmasi positif terpapar Covid-19. Namun yang melegakan, kini hanya tersisa tiga orang yang harus tetap dirawat di ruang isolasi RSUD URM. Selain itu juga dipaparkan, sebanyak 116 specimen SWAB yang dikirmkan ke Laboratorium RSUD WZ Johannes Kupang. Dimana untuk hasilnya hingga kini masih menjadi misteri. (ion)

Baca Juga:  Tim Inspektorat Berharap PT. MSM Bisa Berdampak Positif Untuk Seluruh NTT

Komentar