Di Tengah Jembatan Ambruk Naibonat, Polwan Polda NTT Bantu Ibu Hamil yang Hendak Melahirkan

oleh
Seorang ibu hamil yang hendak menuju faskes untuk melahirkan dituntun oleh Polwan Polda NTT kala lewat jembatan ambruk di Naibpnat, Kupang (Foto: istimewa)

Kupang, Waingapu.Com-Situasi darurat di lokasi jembatan ambruk Naibonat, Kabupaten Kupang, Kamis (26/3/2026), tidak hanya mengganggu arus transportasi Pulau Timor, tetapi juga menghadirkan kisah kemanusiaan yang mengharukan. Seorang ibu hamil yang hendak melahirkan harus dievakuasi oleh Polisi Wanita (Polwan) Polda NTT karena tidak bisa melintas akibat jembatan yang putus.

Peristiwa itu terjadi ketika ibu hamil tersebut bersama suaminya sedang dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan untuk persalinan. Namun perjalanan mereka terhenti di lokasi jembatan ambruk di Naibonat yang membuat kendaraan tidak bisa melintas.

Di tengah situasi panik dan darurat, sejumlah Polwan dari Subdit Kamsel Ditlantas Polda NTT yang sedang bertugas mengatur lalu lintas dan membantu masyarakat di sekitar lokasi langsung bergerak cepat memberikan pertolongan.

Dipimpin Kanit Dikmas Subdit Kamsel Ditlantas Polda NTT, AKP Arina Eklesia Behhi, para Polwan segera mengevakuasi ibu hamil tersebut dengan berjalan kaki melewati bagian jalan dan jembatan yang rusak.

Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisi ibu yang sudah akan melahirkan serta kondisi jalan yang rusak dan berbahaya untuk dilalui.

Dengan penuh kepedulian, para Polwan menuntun dan membantu ibu tersebut melewati lokasi jembatan ambruk hingga mencapai kendaraan di sisi jalan lainnya untuk kemudian dibawa menuju Rumah Sakit Naibonat.

Aksi cepat tersebut membuat ibu hamil itu akhirnya berhasil tiba di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis dan persalinan secara aman.

Kapolda NTT melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan apresiasi atas tindakan cepat anggota Polwan di lapangan yang sigap membantu masyarakat dalam kondisi darurat.

Menurutnya, tindakan tersebut merupakan wujud nyata pelayanan Polri kepada masyarakat, tidak hanya dalam bidang keamanan tetapi juga kemanusiaan.

Ia menegaskan bahwa Polri harus selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti kecelakaan, bencana, maupun kondisi masyarakat yang membutuhkan pertolongan cepat.

Peristiwa evakuasi ibu hamil di lokasi jembatan ambruk Naibonat ini menjadi salah satu bukti bahwa kehadiran polisi di lapangan tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga menjadi penolong bagi masyarakat dalam situasi sulit.(wyn)