Dinas PUPR Sumba Timur dan PT. MSM Kolaborasi Keruk Sedimentasi 3 Daerah Irigasi 

oleh
oleh

Waingapu.Com – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sumba Timur berkolaborasi dengan PT Muria Sumba Manis (MSM) mengeruk sedimentasi pada 3 bendung dan saluran irigasi pada 3 Desa. Kegiatan itu dilaksanakan pada 24 maret hingga 1 April 2023 lalu itu membawa dampak positif bagi warga petani pada desa Kadumbul, Wanga dan Patawang.

Yohanis Njurumana, Kepala Dinas PUPR Sumba Timur pada wartawan Senin (3/4/2023) lalu menjelaskan, sinergitas yang terbangun bersama PT. MSM merupakan langkah positif yang berkelanjutan sejak tahun 2022 lalu pada 3 Daerah Irigasi (DI). 

“Kerjasama ini telah berlangsung sejak tahun 2022 lalu dimana dalam bentuk optimalisasi fungsi-fungsi daerah irigasi. Kerjasama itu diwujudkan dengan pengerukan atau pembersihan bendung dari sedimentasi dan juga normalisasi saluran,” jelas Njurumana di ruang kerjanya.

Lebih lanjut urai Njurumana, kolaborasi itu diharapkan bisa membawa dampak positif bagi warga petani di 3 (tiga) desa sekitar PT. MSM untuk bisa diairi lebih optimal. Ketika lebih optimal dicukupi kebutuhan airnya, kata dia tentunya bisa meningkatkan hasil produksi dari lahan pertanian yang digarap. Selain itu kolaborasi yang terjadi ini sangat membantu pemerintah.

“Keterlibatan pihak swasta seperti yang dilakukan PT MSM ini tentu meringankan beban pemerintah yang memang miliki keterbatasan dalam hal pendanaan juga peralatan pendukung. Kita harapkan kerjasama ini bisa berlanjut dan bahkan berkembang pada kantong-kantong pertanian dan daerah irigasi yang ada di Sumba Timur.

Baca Juga:  Untuk Capai Target, Ini yang dilakukan UPT Penda NTT Wilayah Sumba Timur

Monce Lado Kale, Kepala Desa Wanga yang ditemui terpisah di kediamannya mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sinergi yang ditunjukan Dinas PUPR dan PT. MSM di desanya. 

“Jujur saja Pak, kalau tidak ada bantuan alat dari PT. MSM yang bekerja sama dengan PUPR tentu akan sangat berat bagi kami warga membersihkan endapan atau sedimentasi di bendung Wanga ini. Dulu kami mau tidak mau pakai sekop, pacul dan bahkan tangan kosong, tapi sejak tahun 2022 lalu selalu kami dibantu oleh peralatan mesin excavator dari PT. MSM,” jelas Monce.

Dikeruknya sedimentasi dari bendung Wanga itu lanjut Monce tentu akan meningkatkan daya tampung air yang nantinya bisa dialirkan ke sawah dan lahan garapan warga. Warga sebut dia bisa 2 kali menanam dalam setahun walaupun memang di musim penghujan akan lebih optimal karena bisa dipakai untuk menanam padi juga palawija. 

“Bisa dua musim tanam dioptimalkan dimana kalau musim hujan bisa tanam padi dan pada musim kemarau bisa tanam palawija,” timpalnya.

Baca Juga:  Selayang Pandang Lembaga Advokasi ‘Peracik Kado’ Bagi PT. MSM

Di tempat terpisah, Rafael Wila. ketua P3A Desa Patawang juga mengungkapkan perasaan plus asa pada PT. MSM. 

“Tentu sangat membantu kami pak. Kalau tidak pakai alat berat ya tentu akan makan waktu dan tenaga lebih banyak. Alat berat yang diturunkan PT MSM buat kami terbantu sekali. Kalau  bisa ke depannya bisa tetap bantu kami warga Patawang ini,” jelasnya didampingi Dominggus Bole, petugas PPA Desa Patawang di kantor desa itu.

“Kalau tidak dibersihkan dari sedimentasi tentu air yang dialirkan tidak optimal. Namun setelah dibersihkan sangat membantu kami mengalirkan dan mengatur air ke lahan warga secara lebih optimal. Semoga tetap berkelanjutan membantu kami ke depannya,” timpal Dominggus.

Data yang dihimpun dari 3 (tiga) Desa yang miliki irigasi dan bendung itu menyebutkan ratusan petani menyandarkan kebutuhan air untuk lahannya dari bendung yang ada. Untuk Desa Wanga saja terdapat 10 kelompok tani, dimana 1 kelompoknya terdiri dari 25 orang anggota. Untuk lahan kering di desa Wanga yang tentunya bisa mendapatkan imbas positif dari normalisasi bendung itu mencapai kurang lebih 250 Hektar. 

Baca Juga:  Masyarakat Adat Umalulu & Pataning Siap Lakukan Pemetaan Wilayah Adat

Sementara untuk Desa Kadumbul sendiri terdapat 8 Kelompok tani yang memanfaatkan air dari bendung setempat. Masing – masing kelompok juga beranggotakan 25 orang. Dengan normalisasi bendung dan saluran irigasi tentunya berimbas positif pada  sekitar 200 petani yang mengusahakan lahan sekitar 200 hektar.

Untuk Desa Patawang sendiri terdapat 11 Kelompok tani dimana terdiri dari dua puluhan anggota perkelompoknya. Dengan jumlah itu luasan areal yang dimanfaatkan baik untuk persawahan maupun palawija 300 lebih hektar.

Sementara itu, Simon Silitonga, Supervisor CSR & Communications PT. MSM menegaskan komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Hal mana yang beberap hari lalu diwujudkan dengan sinergi bersama Dinas PUPR.  

“Upaya perusahaan dengan PUPR ini bertujuan untuk membantu masyarakat karena sungai tersebut sangat dibutuhkan untuk aktivitas lahan pertanian masyarakat. Pembersihan sedimen ini diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi sungai di tiga Desa untuk menunjang kegiatan lahan pertanian masyarakat,” paparnya sembari mengucapkan terima kasih atas itikad baik dari Dinas PUPR Sumba Timur yang mau berkolaborasi plus respon positif dari pemerintah dan warga 3 (tiga) desa sasaran. (ion)

Komentar