Ciptakan Sekolah Asri, SMKN 1 Pandawai dan PT MSM Kolaborasi dalam Hijau Manise

oleh
oleh

Waingapu.Com – Lingkungan sekolah yang asri, teduh dan bersih tentu akan memberikan rasa nyaman dalam proses belajar dan mengajar. Upaya untuk mencapai situasi ideal itu terus dilakukan oleh Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, NTT. Terkini, Jumat (31/5/2024) pagi hingga siang lalu, sekolah yang terletak di Menggtimbi, arah timur kota Waingapu itu berkolaborasi dengan PT Muria Sumba Manis (MSM). 

Progam Hijau Manise (Penghijauan untuk Masyarakat Harmonis dan Sejahtera) menjadi tajuk dalam kolaborasi SMKN 1 Pandawai dan PT MSM. Aksi nyata diwujudkan dengan menanam anakan mangga arum manis, tebubuya dan trembesi di lingkungan sekolah. 

“Ini merupakan program CSR dari PT MSM yang kita kolaborasi dengan berbagai pihak. Kali ini di SMKN 1 Pandawai ini. Program Hijau Manise ini juga didampingi oleh Indonesian Social Sustainability Forum atau ISSF yang bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan, salah satunya dengan PT MSM,” jelas Astrid Nurfitria, konsultan ISSF dan program manager Hijau Manise di sela- sela kegiatan penghijauan itu. 

Baca Juga:  Songsong HUT Ke -14 SMAN 1 Haharu Gelar Kerja Bhakti Bersihkan Mesjid & Gereja

ISSH sendiri atau Indonesian Social Sustainability Forum adalah sebuah lembaga dan gerakan yang bekerja sama dengan banyak perusahan untuk peduli pada lingkungan dan kelestariannya. Dan di Sumba ini bersinergi dnegan PT MSM.

Kolaborasi dan sinergitas yang terjalin antara SMKN 1 Pandawai dan PT MSM yang merupakan perusahaan investasi dalam bidang perkebunan tebu dan pabbrik gula itu disyukuri dan diapreasiasi pihak sekolah dan ketua komite. 

“Aksi menanam pohon ini merupakan komitmen sekolah dalam menjaga lingkungan sekolah yang hijau, bersih dan sehat. Yang menarik kami juga dibekali tata cara atau teknik menanam dan merawat anakan yang kami tanam hari ini, hal mana membuat kami punya harapan tanaman akan bertumbuh dengan baik dan memberi dampak positif, “ tandas Bonefasius Sambo, Wakil Kepala SMKN 1 Pandawai bidang kurikulum didampingi Hermanus Heo Rohi, selaku ketua Komite SMKN 1 Pandawai di aula lembaga pendidikan itu.

Dalam kegiatan pengghijauan hari itu, Bonefasius menjelaskan berhasil ditanam 100 ankan pohon mangga arum manis, trembesi  dan tabebuya masing-masing 5 anakan pohon. Tidak hanya itu, para guru juga mendapatkan 100 anakan pohon mangga, 5 trembesi dan 5 tebubuya untuk diadopsi dilingkungan atau lahan keluarga. 

Baca Juga:  Waduh, Ternyata 168 KK Yang Jadi Korban Banjir Wanga

Di tempat yang sama, Hadropin, Advisor PT MSM  menekankan penghijauan merupakan langkah mulia. Karena memberikan manffat tidak hanya bagi diri, dan lingkungan sekitar, namun juga bagi dunia secara luas. 

“Penghijauan punya manfaat jangka panjang tidak hanya bagi yang menanam tapi juga bagi lingkungan sekitar bahkan dampaknya mendunia. Karena itu, kami tentu dukung semangat menanam ini. Bila ada yang perlu baik untuk pemupukan dan  tata cara merawatnya kami siap berikan hingga tanaman sehat dan menghasilkan nantinya, “ ungkap Hadropin. 

Terpilihnya SMKN 1 Pandawai sebagai pilot project program Hijau Manise untuk kategori lembaga pendidikan diakui Hadropin karena dilatari unsur kedekatan.  Selain itu juga sikap proaktif para guru yang bisa menangkap peluang dan tanggap akan isu lingkungan. 

“Kita harap sekolah ini baik guru dan siswanya bisa jadi duta penyuluhan dimasyarakat agar rajin menanam. Juga tentunya peduli pada kelestarian alam dan lingkungan, “ tegasnya. 

Baca Juga:  Cultukar, Kolaborasi Indonesia Qatar, Membuat Kerajinan Sumba Timur Mendunia

Rasa syukur dan bangga bisa menjadi bagian dalam langkah positif untuk sekolah dan bahkan dunia secara umum juga diungkapkan siswa yang ikut dalam program kegiatan Hijau Manise itu. Pengetahuan yang didapat dalam materi sebelum pelaksanaan penghijauan tentang cara perawatan dan penanganan anakan pohon di daerah panas seperti dilingkungan sekolah juga disyukuri. 

“Kalau anakan yang tadi kami tanam tumbuh dengan baik, tentu akan bermanfaat bagi kami karena peroleh udara segar dan sehat. Sekalipun nanti pohon yang kami tanam hari ini buahnya tidak bisa kami nikmati. Yaa paling tidak kami tetap bangga, bahagia, karena bisa mewariskan dan memberikan yang terbaik bagi sekolah kami juga adik-adik kami nantinya,” urai Rince Lumu Dara, siswi kelas XI jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan mewakili rekan-rekannya itu.(ion)

Komentar