Distribusi Logistik Pilkada ke Selatan Sumba Timur Tanpa Thermo Gun

oleh -89 views
Logistik Pilkada Didistribusikan

Waingapu.Com – Pilkada serentak yang dilaksanakan dalam kondisi Pandemi Covid 19 mengharuskan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Mendukung penerapan itu, perlu adanya sejumlah bahan atau logistik pendukungnya. Namun demikian, hingga H min 5, pendistribusian yang telah dilakukan KPU Sumba Timur (Sumtim) – NTT ke tujuh Kecamatan di wilayah selatan, ternyata tidak dilengkapi thermo gun atau alat pengukur suhu elektrik juga sarung tangan lateks untuk para KPPS.

“Belum, thermo gun dan sarung tangan besok (Minggu, 06/12/2020, – red) baru tiba. Kami akan susul distribusinya hari senin,” tulis Umbu Tamu Hawu, sekretaris KPU Sumtim, melalui pesan yang dikirimkan dari gawainya, Sabtu (05/12) siang lalu.

Baca Juga:  Tommy Yakin Isu Investasi Akan Kian Menarik ‘Dimainkan’ Tahun 2020

Sebelumnya, Senin (30/11) lalu, Oktavianus Landi kepada wartawan juga menjelaskan terkait belum tibanya thermo gun guna mendukung logistik penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada di Sumtim.

“Logistik dalam item protokol kesehatan dalam hal ini alat pelindung diri atau APD itu sudah kami terima, mulai dari pelindung wajah, sarung tangan pemilih sekali pakai, hand sanitizer dan sabun cuci dan ember-embernya sudah kami terima bahkan sudah dorong ke kecamatan-kecamatan. Yang belum adalah thermo gun, kami masih menunggunya,” jelas Oktavianus saat ditemui di ruang kerjanya.

Selain thermo gun, Oktavinaus juga menyatakan, logistik yang ada kaitannya dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) dalam pelaksanaan Pilkada 09 Desember mendatang, namun belum diterima pengirimannya adalah sarung tangan lateks. “Sarung tangan lateks untuk KPPS itu juga belum kami terima,” timpalnya.

Baca Juga:  Kais Rejeki 200 Rupiah dari Melipat Surat Suara

Dalam pelaksanaan Pilkada mendatang, kata Oktavianus, sebanyak 574 TPS tersebar di Sumtim. Atau ada penambahan 104 TPS dari pemetaan awal. “Berkenaan dengan protokol Covid-19 ada penambahan 104 TPS dari posisi pemetaan awal yang 800 pemilih per TPS menjadi tidak boleh lebih dari 500 pemilih per TPS,” paparnya. (ion)

Komentar