GAMASTIM Donasi Buku & Alat Tulis Untuk Siswa SD Matawai Katingga – Kelas Jauh Lapinu

oleh -172 views
SD Matawai Katingga

Waingapu.Com – Banyak pihak yang prihatin dan juga menyuarakan kepeduliannya untuk tumbuh kembangnya kualitas pendidikan dasar bagi anak-anak pedalaman. Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) NTT. Namun tidak pula salah jika dalam realitanya masih sedikit figur dan elemen yang mewujudkannya dalam aksi nyata. Adalah Gabungan Mahasiswa Sumba Timur (GAMASTIM) di Bali, satu dari sedikit yang melakukan aksi simpatik nan mulia itu, dalam bentuk pemberian donasi buku dan aneka alat tulis bagi para siswa dan siswi di pedalamaan, Desa Matawai Katingga, Kecamatan Kahaungu Eti, belum lama ini.

“Memamgn baru tiga tahun terkahir ini kami lakukan aksi serupa, yakni berikan bantuan atau donasi bagi siswa-siswi SD di pedalaman. Yang lalu di Maidang dan juga Mbatapuhu, dan tahun ini di desa Matawai Katingga tepatnya di SD Lapinu. Kami bantu berupa buku tulis, poster dan juga aneka alat tulis,” jelas Anggreni Kaita Ana Wulang, ketua seksi seni dan budaya pada Gamastim kala dihubungi media ini beberapa hari lalu, pasca aksi simpatik mereka terpublish di jejaring pertemanan Facebook belum lama ini.

Donasi Buku

Lebih lanjut Angreni yang dihubungi via telepon selularnya itu menuturkan, kegiatan seperti ini direncanakan masih akan berkelanjutan dan ditingkatkan kuantitas juga kualitasnya di kemudian hari. “Kami berharap ke depannya masih akan bisa kami lanjutkan dan tingkatkan kegiatan simpatik seperti ini. Juga masih ada pihak-pihak lain yang peduli, dan kamipun siap untuk menyalurkannya,” imbuh Angreni.

Terpisah Hendrik Pandaungu Hawula, ketua GAMASTIM, yang lazim disebut sebagai kepala suku oleh para angggota, kala dihubungi juga dengan jalur telepon selularnya, dari Papuu, Kecamatan Pandawai menjelaskan, wadah mahasiswa Sumtim itu beranggotan lebih dari seratusan mahasiswa dan mahasiswi asal Sumtim yang sedang berstudi di Pulau Bali.

“Tujuan yang paling utama adalah membangun dan membangkitkan rasa kepedulian. Jadi kami walaupun hanya mahasiswa yang juga terbatas dari sisi ekonomi tapi kami tetap bisa membantu. Caranya adalah mengajukan proposal dan permohonan serta pemaparan kepada figur atau elemen-elemen yang peduli terhadap pendidikan di Pulau Bali. Kami berdasarkan survey menunjukan data dan realita masih adanya anak pedalaman di Sumba Timur yang terbatas ekonominya dan perlu untuk dibantu,” papar Hendrik.

Mengajar

Bantuan dalam bentuk ratusan pak buku tulis, alat tulis dan juga beberapa poster penunjang belajar dan mengajar, demikian lanjut Hendrik, didapatkan tidak hanya oleh orang Sumba yang berkarya dan studi di Bali, namun juga dari warga asli Bali maupun luar bali yang peduli.

“Kami serahkan semua bantuan itu kepada 39 siswa kelas satu hingga enam di SD Matawai Katingga, kelas jauh Lapinu, tepatnya begitu. Saat penyerahan itu kami perwakilan GAMASTIM ada 16 orang. Jadi kami serahkan pada perwakilan siswa dan juga Pak Windi Pindu Ratu selaku Kepala Sekolah,” jelasnya sembari menambahkan sebelum penyerahan donasi, dua bulan sebelumnya telah dilakukan survey sekolah sasaran. (ion)

Komentar