Ini Motivasi Dibalik Penataan TPS ‘Viral’ Desa Hambapraing di Sumba Timur

oleh -208 views
TPS Viral

Waingapu.Com – Banyak cara bisa dilakukan untuk menunjukan rasa rindu dan bahagia melaksanakan pesta demokrasi. Seperti halnya yang dilakukan ole warga Desa Hambapraing, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) – NTT. Keunikan rumah adat dan pesona kain tenun ikat khas Kanatang menjadi daya tarik TPS yang sedianya akan digunakan lebih dari 400 pemilih dalam Pilkada Sumba Timur, Rabu (09/12) lalu. Memberi apresiasi yang tinggi pada maha karya tenunan warga sekitar menjadi salah satu motivasi dibalik penataan TPS yang videonya viral di media sosial (medsos) itu.

“TPS ini memang awalnya adalah rumah tenun, kebetulan saya pengelolanya. Saya ajukan untuk dijadikan TPS. Jadilah seperti yang terlihat, yakni dihiasi oleh aneka kain tenun ikat dengan motif memikat khas Kanatang. Harapannya bisa menjadikan salah satu ajang untuk memberikan apresiasi juga mempromosikan kainn tenun ikat khas Kanatang,” jelas Ryan Remidau, inisiator TPS 01 Desa Hambapraing ini, ketika dihubungi via gawainya, Selasa (08/12) malam lalu, atau tepatnya belum lama setelah video persiapan di TPS itu menjadi viral pasca dibagikan oleh para warganet di medsos itu.

Baca Juga:  Pasca Dimediasi Bawaslu, KPU Sumba Timur Nyatakan Hanura Sah Ikut Pemilu
Ryan Remidau

Dalam kesempatan itu, Ryan juga menjelaskan, di TPS 01 itu, ada lima bilik suara yang disiapkan. Empat bilik diperuntukan untuk umum dan satu bilik khusus dipersiapkan untuk mereka yang suhu tubuhnya di atas normal, yang mana wajib disiapkan bilik khusus sesuai prosedur yang dianjurkan dalam protokol kesehatan.

Adapun rumah tenun yang kemudian disulap menjadi TPS nan memikat itu miliki ukuran 14 X 15 meter. Dan khusus untuk Pilkada di tengah pandemi Covid-19, di depan disiapkan tenda. “Nanti masuk ke TPS harus bergiliran. Jadi diterapkan protokol kesehatan dengan ketat esok. Di luar urmah ada disiapkan tenda untuk warga pemilih, Dan akan di perkenan masuk maksimal 10 orang bergilir,” papar Ryan sembari menambahkan petugas dalam TPS ini juga akan mengenakan busana adat khas Sumba Timur, selain itu juga telah dianjukan bagi warga yang menggunakan hak pilih di tempat ini mengenakan juga busana adat.

Baca Juga:  Marianus Sae Terkena OTT KPK, GBY Beri Seruan Simpatik

Saat hari pencoblosan tiba, Rabu (09/12) nampak antusiesme warga yang miliki hak pilih mapun tidak mendatangi TPS. Suka cita nampak terpancar dari warga dan juga panitia. Hal yang sama juga ditunjukan oleh para saksi. “Ini hal yang menggembirkan dan membanggakan bagi kami bisa ambil bagian dalam Pilkada ini sekaligus memberikan penghargaan akan kain tenun ikat Sumba Timur. Ada Kawuru dan juga ada kain tenun ikat kombu dipajang di sini. Senag bisa jadi bagian dari keunikan ini,” ungkap Nggama Ratu Banju, salah satu saksi.

“Bangga sekali dengan hasil karya penenun di kampung halaman sendiri dan ditampilkan dalam TPS ini. Jadi selain senang bisa beri suara, juga tentu bisa foto-foto di sini. Semoga pemimpin yang terpilih nantinya, bisa memperhatikan para penenun dan juga karya-karya mereka,” ungkap Natalia, salah satu warga usai menuntaskan penyaluran hak politiknya kala itu. (ion)

Baca Juga:  Deklarasi Pemilu Damai dengan Long March

Komentar