Kreativitas dan Kewirausahaan Sosial di Desa Lela, Kabupaten Sikka

oleh
oleh
Anjelina Wulandari Sitina De Sareng

Nusa Tenggara Timur adalah salah satu provinsi yang berada dibagian timur indonesia. Khususnya kabupaten sikka yang memiliki potensi dan peluang kewirausahaan sosial yang menjadi hal utama dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Sumber penghasilan yang didapatkan dari setiap individu ataupun kelompok sangat berbeda. Tergantung pada kemampuan menghasilkan barang – barang produksi yang di kerjakannya. Kreatifitas yang di hasilkan oleh kelompok atau individu masyarakat dalam memproduksi sangat berdampak bagi peningkatan perekonomian dan memenuhi kebutuhan hidup mereka. kreativitas pada masyarakat telah membawa perubahan melalui kegiatan  kewirausahaan sosial. kreativitas adalah sebuah alternatif bagi masyarakat yang memiliki potensi untuk mengembangkan karya kreativitas yang diproduksi secara kelompok atau individu. 

Karya kreativitas bagi masyarakat maumere desa lela merupakan kegiatan yang memiki nilai seni dilihat dari beberapa kreativitas yang sudah diproduksi. Dari hasil yang diproduksi  sangat diminati oleh konsumen yang berasal dari luar maumere.  Sehingga kegiatan karya kreativitas tersebut sangat memberikan peluang bagi individu atau kelompok masyarakat yang ingin mengembangkan potensi dalam berwirausaha untuk menunjang kebutuhan hidupnya. Kegiatan karya kreativitas ini juga bertujuan untuk menambah pemahaman dan pengalaman tentang berwirausaha bagi individu ataupun kelompok masyarakat.  Usaha karya kerativitas individu atau kelompok masyarakat desa lela dalam upayah melestarikan dan mengembangkan nilai – nilai kearifan lokalnya yang dikemas dalam bentuk kain tenun dan topi koboi yang dipasarkan skala regional dan memiliki nilai jual yang tinggi sehingga menarik perhatian para pembeli dari luar daerah. 

Baca Juga:  Diskusi, Komponen Penting Dalam Tatanan Kehidupan

Usaha ini juga memberikan sugesti kepada masyarakat dan kelompok muda yang belum tergerak untuk mengembangan soft skillnya dalam kegiatan kreativitas kewirausahaan. Tujuan kreativitas terutama ialah menghasilkan generasi – generasi muda yang siap menjadi agen pendorong untuk meningkatkan karya kreativitas kain tenun yang dihasilkan lebih berkualitas kedepannya. Membangun sumber daya lokal dengan menunjukan keterikatan antara masyarakat kota maupun desa, berarti kita sudah membangun kepercayaan diri kepada masyarakat dikabupaten sikka khususnya anak mudah, dalam mengembangkan karya kreativitas dimaumere yang lebih dikenal dengan seni dalam memodifikasi sarung tenun ikat menjadi kreasi seni yang sangat menawan dan menarik perhatian banyak orang untuk melihat bahkan memakai. Karya kreativitas dimaumere juga merupakan karya seni yang sangat domestik, dengan tenun ikat masyarakat maumere memenuhi kebutuhan hidup serta bisa memenuhi perekonomian masyarakat dikabupaten sikka. 

Baca Juga:  Festival Wai HumbaVI: Dialog Kebudayaan Lokal Se-Sumba

Ketertarikan masyarakat luar kota terhadap karya kreativitas membuat mudah mudi tidak berhentik untuk berkarya. Pola yang dipakai antara individu atau kelompok sangat beragam serta memberi dampak positif sehingga berkarya dengan seni yang beragam. Karya kreativitas kewirausahaan sosial memberi manfaat tersendiri untuk kehidupan masyarakat desa lela agar memberbaiki ekonomi keluarga serta pemenuhan terhadap kebutuhan hidup sehinggah kesehatan, sosial, pendidikan dan pengetahuan selalu diterapkan dalam masyarakat dikabupaten sikka khususnya desa lela. Karena karya lokal yang dulu dengan karya modern yang didukung melalui berbagai teknologi modern sekarang ini. 

Dengan karya kreativitas masyarakat individu atau kelompok saling kerja sama, bahu membahu dan harus mengimpl ementasikan dalam kehidupan sehari hari melalui usaha karya  kreativitas kewirausahaan sosial dikabupaten sikka desa lela. Dan Serta membangun pola pikir masyarakat dalam perubahan paradigma sehingga regenerasi yang akan datang dapat melanjutkannya dan mentranformasi ide ide serta pikiran untuk berkarya, membangun revolusi mental melalui ruang ruang karya seni lokal di kabupaten Sikka, desa Lela menuju Indonesia sejahtera. 

Baca Juga:  YANG LEBIH CEPAT DARI LANTUNAN LAGU RAP YANG HANYA ADA DI SUMBA

Penulis: Anjelina Wulandari Sitina De Sareng, Mahasiswa PPKn Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Komentar