Lebih dari 50 Kali Begal Payudara, Pemuda di Waingapu Ini Terancam Penjara 15 Tahun 

oleh
oleh

Waingapu.Com – Seorang pemuda berusia 26 tahun asal Woka, Kelurahan Hambala, Kota Waingapu, Sumba Timur, NTT, dibekuk aparat. Yang bersangkutan biasa disapa Raby, ternyata merupakan pelaku pencabulan, pencobaan pemerkosaan dan bahkan begal payudara sebanyak lebih dari 50 kali. 

Kapolres Sumba Timur, AKBP Fajar WLS melalui Kasat Reskrim Iptu Salfredus Sutu menjelaskan, pelaku terancam pidana penjara maksimal 15 tahun dan minimal 5 tahun. Hal itu sebut Sutu merujuk pada pasal pasal 82 ayat 1 UU RI no 17 thn 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 thn 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 285 KUHP junto pasl 53 KUHP yang menjerat tersangka pelaku.

Awal mula kasus itu terungkap, urai Sutu kepada media ini, Senin (22/8/2022) pagi lalu berawal dari peristiwa yang terjadi pada Rabu (17/8/2022) pekan lalu di salah satu ruang kelas SMA PGRI. Tersangka ternyata telah mengincar Bunga, siswi SMA tersebut, apalagi sekolah saat itu masih sepi. 

Baca Juga:  Dua Ratus Enam Puluh Dua Kenshi Uji Skill dalam Kejuaraan Kempo antar Dojo Sesumba Timur

Awalnya, kata Sutu, tersangka menawarkan bantuan mendorong dan membuka gerbang sekolah untuk korbannya. Setelah itu berbincang dengan korban dalam sebuah ruang kelas dan kemudian nekad mendekat dan memeluk korban.

“Korban berteriak sehingga Tersangka menutup mulut Korban dan membanting Korban di lantai sehingga korban tertunduk dan Tersangka memasukkan tangan kiri ke dalam rok Korban melalui bagian pinggang dan melakukan aksi meraba-raba bagian yang ditutupi busana korban. Tangan lainnya berusaha membekap mulut korban,” urai Sutu.

Korban yang terus melawan, kata Sutu akhirnya berhasil menggigit jari manis pelaku, dan juga menggigit punggung kiri pelaku sembari teriak.

“Tersangka kemudian keluar sekolah dan melarikan diri menggunakan motor honda beat warna hitam tanpa TNKB,” tambah Sutu sembari menjelaskan penangkapan pelaku dilaksanakan Rabu 17 Agustus malam lalu, tanpa perlawanan berarti. 

Baca Juga:  Ana Tana dan Nengi Rutung Keluhkan Proses Hukum Kasus Pengeroyokan Dundu Tay

“Tersangka mencari dan mengincar korban begal payudara yang sedang berjalan sendiri saat melintasi jalanan sepi. Yang menjadi sasarannya adalah anak sekolah dan pekerja toko yang hendak berangkat kerja. Setiap melakukan aksinya selalu didahului dengan mengkonsumsi miras,” beber Sutu.

Adapun merujuk pengakuan dari tersangka kata Sutu, pelaku tak hanya melakukan pencabulan juga pencurian dengan kekerasan. Sedangkan aksi pembegalan payudara (meremas payudara korban lalu melarikan diri) terjadi di sejumlah lokasi.

Kepada petugas kata Sutu, tersangka melakukan begal payudara di depan Kantor Daerah (depan kantor DPRD) lebih dari 10 kali, menurun Radamata (SMPN 2 Waingapu) sebanyak 15 kali dan belakang ruko atau depan museum sebanyak lebih 20 kali, jalanan menurun depan Kantor Daerah – Matawai sebanyak 2 kali dan di jalan Taman Kota sebanyak 5 kali.

Baca Juga:  Polres Sumba Timur di Praperadilan TSK Penipuan Emas Harta Karun

“Jalanan sepi tempat yang ideal bagi pelaku jalankan aksinya. Sebelum melakukan aksinya pelaku mengkonsumsi miras,” pungkas Sutu. (ion) 

Komentar