Mahasiswa hingga POKDARWIS Bersatu Kembangkan Tanggedu, Lapak Wisata Resmi Diluncurkan

oleh
Deni Karanggulimu, Direktur Koppesda berikan sambutan dalam kegiatan launching Lapak Wisata di Desa Persiapan Tanggedu yang menyediakan pangan lokal, hortikultura dan produk olahan-Foto: Waingapu.Com

Waingapu.Com-Desa Persiapan Tanggedu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Tiimur menjadi lokasi terwujudnya kolaborasi apik antara pemerintah daerah, komunitas lokal, perguruan tinggi, dan lembaga masyarakat. Pada Sabtu (29/11/2025) lapak pangan lokal, hortikultura dan produk olahan resmi diluncurkan sebagai salah satu program penguatan desa wisata dengan ikon utama Air Terjun Tanggedu.

Acara ini melibatkan Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Sumba Timur, Alexander Siahaenenia, Pemerintah Desa Persiapan Tanggedu, POKDARWIS Kakaruk Loku, mahasiswa UNKRISWINA dari berbagai program studi, serta Yayasan KOPPESDA sebagai pelaksana kegiatan.

Prosesi launching dimulai dengan serah terima dukungan dari KOPPESDA kepada POKDARWIS dan pemerintah desa. Triawan U.U. Mehakati menyerahkan berbagai fasilitas, termasuk lapak 2×8 meter dan peralatan pengolahan pangan. Serah terima ini menjadi simbol kerja bersama yang melibatkan banyak pihak.

Alexander Siahaenenia kemudian memukul gong tiga kali sebagai tanda peresmian. “Tanggedu adalah contoh bagaimana kolaborasi bisa membuahkan hasil. Pemerintah, kampus, dan komunitas bergerak bersama,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Deni Karanggulimu, Direktur KOPPESDA mengapresiasi keterlibatan mahasiswa UNKRISWINA dalam pengembangan desa wisata. “Mereka turun langsung, belajar, sekaligus membantu masyarakat. Ini penting untuk keberlanjutan program,” katanya.

Deni menjelaskan bahwa rangkaian program pemberdayaan ini mendapat dukungan Yayasan Tifa dan telah berjalan selama setahun terakhir, mencakup pengembangan pangan lokal, hortikultura, buah-buahan, dan produk olahan. “Lapak ini adalah hasil nyata dari proses panjang tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya, Alexander mengajak masyarakat memanfaatkan kedatangan wisatawan untuk memperluas usaha. “Tanaman hortikultura, buah, kuliner lokal, penyewaan kuda, hingga pakaian adat dapat menjadi penambah penghasilan,” katanya.

Umbu Anarara yang mewakili pemerintah desa menegaskan pentingnya kerja kolektif. Ia juga mengajak warga meramaikan lapak dengan berbagai produk lokal. “Ini fasilitas untuk kita semua. Manfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Kolaborasi multipihak ini memperlihatkan model pembangunan desa wisata yang modern: akademis memberi ilmu, komunitas menggerakkan lapangan, dan pemerintah memberi dukungan regulatif.

Dengan peluncuran lapak tersebut, Tanggedu tidak hanya mendapat fasilitas baru, tetapi juga ekosistem kerja sama yang kuat. Ini menjadi modal besar bagi destinasi wisata yang terus berkembang di Sumba Timur.(ion)

Komentar