Menurut Parwata, rasa penasaran menjadi salah satu penyebab utama remaja terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Karena itu, ia mengingatkan seluruh peserta agar tidak pernah mencoba narkoba dalam bentuk apa pun.
“Jangan pernah coba-coba. Sekali pakai saja, jejak narkoba di urine bisa terdeteksi yang mengakibatkan masa depan suram. Masa depan kalian bisa hancur hanya karena penasaran sesaat,” tegasnya di hadapan ratusan siswa.
Selain pemaparan materi, kegiatan edukasi juga berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Para siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan mengenai jenis-jenis narkoba, dampak penyalahgunaan, hingga proses hukum yang dapat menjerat anak di bawah umur apabila terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.
Kasat Resnarkoba menilai antusiasme peserta menjadi pertanda bahwa pelajar memiliki kepedulian terhadap bahaya narkoba. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diteruskan kepada keluarga, teman, maupun lingkungan sekitar.
Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari implementasi program “Tanah Marapu Bersih Narkoba”, yang menjadi komitmen Satresnarkoba Polres Sumba Timur dalam memperkuat upaya pencegahan sejak usia sekolah. Para peserta juga diajak menjadi pelopor sekaligus agen anti narkoba di lingkungan masing-masing.







