Respon Revolusi Hijau, Ultras & SMPN 02 Pandawai Tanam Seribu Kelor

oleh -0 views
Tanam Kelor

Waingapu.Com – Seribu anakan kelor di tanam oleh keluarga besar SMP Negeri 02 Pandawai, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, Jumat (18/01) lalu. Aksi itu sebagai bentuk nyata dari respon pada program revolusi hijau yang digaungkan oleh Gubernur NTT, Victor B. Laiskodat. Dalam kegiatan ini selain diikuti oleh ratusan siswa dan siswi juga hadir aparat Pemerintah Desa Kadumbul, Ketua Komite Sekolah, tokoh masyarakat, tokoh Agama, dan juga tim Pelayanan dari Jakarta yang saat itu sedang mengadakan seminar edukasi dan kerohanian bagi beberapa sekolah di wilayah Desa Kadumbul dan Palakahembi.

Adapun anakan kelor yang kal itu ditanam secara massal itu merupakan persembahan Vivian Tjung, Putri Kelor NTT yang diserahkan melalui Ketua Ultras Sumtim, Alfonsus Oma Deak. “Terima kasih untuk bantuan dan juga tentunya spirit menanam dan mengkonsumsi kelor yang diberikan oleh puteri kelor NTT.Kami akan berusaha untuk menjaga tanaman ini akan bisa jadi juga hasilkan manfaat untuk warga,” tandas Alfonsus yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua 3 (tiga) Perhimpunan Petani Kelor NTT.

Tanam Kelor

Yiwa Kondanamu, Kepala Sekolah SMPN 02 Pandawai, yang hadir kala itu bersama staf dewan pengajarnya memberikan apresiasi postif akan kegiatan itu. “Kegiatan ini adalah wujud dukungan Sekolah ini pada program Gubernur NTT berkaitan dengan Revolusi Hijau yang dicanangkan Pemprov. NTT. Dengan adanya program ini, jika ditekuni bisa membantu para guru honorer kelak jika kelor ini bertumbuh dengan baik dan bisa dijual dipasaran yang sudah ada. Atau paling tidak bisa meningkatkan kualitas gizi dalam keluarga guru-guru dan dan murid,” urai Yiwa.

Yiwa juga menyadari, tekad dan harapan itu tentu tidak akan berhasil jika tidak dibarengi bantuan pemerintah dalam mendukung kegiatan ini. “Tentunya untuk menanam kelor dengan luas lahan empat hektar ini kami tidak bisa sendiri, kami butuh dukungan pemerintah dalam banyak hal. Terimakasih pada Putri Kelor NTT, Ketua Ultras Sumba Timur yang juga merupakan buah sulung dari SMPN Pandawai, serta Bapak Elthon Ndonang dari Kelompok Tani Tunas Harapan Sumba Timur, tempat anakan kelor ini diambil,” imbuhnya. (ped/ion)

Komentar