Ndawa Keluhkan Lambannya Proses Hukum, Sapinya Dicuri, Kerbaunya Ditebas

oleh -5 views
Ndawa Ndjuruhapa

Waingapu.Com – Ndawa Njuruhapa (65) warga Waiwunga Desa Makamenggit, Kecamatan Nggaha Ori Angu (Nggoa), Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, mengeluhkan lambannya proses penanganan hukum sehubungan dengan peristiwa ternak sapinya hilang digasak maling. Lambannya penanganan itu bahkan berdampak pada kasus kriminal baru yang menimpanya dan diduga kuat dilakukan oleh oknum yang sama dan terlibat dalam peristiwa pencurian sapinya. Hal itu dikemukakan Ndawa, ketika mendatangi kediaman wartawan media ini, Sabtu (19/01) siang lalu.

Dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata, bahkan lebih dominan menggunakan bahasa daerah Sumtim, Ndawa menuturkan, sapinya hilang sejak tanggal 11 November 2017 lalu. Kemudian dirinya melaporkan ke pemerintah desa setempat, namun kemudian Ndawa merasa prosesnya berlarut-larut, pada bulan tanggal 03 Maret 2018 dan diterima oleh Kapospol Nggoa. Kesal dan merasa lama menanti kelanjutan proses hukum kasus ini, Ndawa melanjutkan keluhannya dengan bertemu Kapolres.

Keluhan demi keluhan itu kemudian ditindaklanjuti dengan proses cepat oleh aparat pasca pihaknya bertemu ke Kapolres, demikian lanjut Ndawa. RN, terduga pelaku pencurian kemudian ditahan dan diproses lebih lanjut. Terduga bahkan telah ditahan di Polsek Lewa, sedangkan sapi berusia tiga tahun yang kemudian ditemukan di desa Pulu Panjang, kini memang telah kembali ketangannya sebagai barang bukti titipan.

Walau terduga pelaku telah menjadi tahanan, tidak lantas sesak dan kekesalan hati Ndawa dan keluarga sirna. Hal itu karena dalam rentang waktu selama belum ditangani oleh aparat, terduga pelaku oleh Ndawa disebutkan melakukan pula tindakan pidana lainnya. Dan lagi-lagi ternaknya yang jadi korban atau sasaran pelaku. Kerbau betinanya berusia 10 tahun yang sedang dilepas di padang pengembalaan dipotong kakinya oleh RN, beruntung kerbau malang itu masih bisa terselamatkan.

Dari bibirnya suara Ndawa terucap dengan getaran yang berbeda sembari tetap mengepulkan asap dari lintingan tembakau dan lontar rautannya. Pelaku, demikian kata Ndawa, sejatinya masih satu marga, kampung dan kerabat, namun bukan satu kali diri dan keluarganya tersakiti oleh ulah RN. Namun karena setiap persoalan diselesaikan dengan cara kekeluargaan, peristiwa menyesakkan dan merugikan terus terjadi.

Ndawa berharap kasus yang kini dilaporkan bisa segera ditindaklanjuti dan diproses cepat dan tuntas. Tidak hanya kasus pencurian sapi miliknya, namun juga pemotongan kerbaunya yang telah pula dilaporkan. Proses hukum yang cepat dan tuntas, pelaku bisa secepatnya dibawa ke meja hijau untuk pertangungjawabkan perbuatannya. Dengan demikian, Ndawa berharap bisa memberi efek jera tidak hanya bagi pelaku tapi juga bagi siapapun yang berniat melakukan aksi serupa. Ndawa menaruh asa yang besar pada Kapolres Sumtim dan jajarannya bisa mendengarkan keluhannya yang kali ini, yang tidak lagi terucap langsung namun lewat media massa. (ion)

Komentar