Dukungan Pemerintah & Masyarakat Sumba Point Plus Bagi INOVASI

oleh -0 views
Hironimus Sugi

Waingapu.Com – Dukungan pemerintah pada empat Kabupaten yang ada di Pulau Sumba yang dibarengi dengan dukungan masyarakat memberi point plus atau nilai tambah tersendiri bagi berjalannya program-program INOVASI. Demikian dijabarkan oleh Hironimus Sugi, Provincial Manager INOVASI-NTT, ketika ditemui media ini beberapa waktu lalu di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim).

“Sejak hadir tanggal dua November 2017 lalu yang diawali ketika penandatanganan MOU kami melihat adanya komitmen pemerintah daerah, ini pondasi pokok hadirnya INOVASI di Sumba. Juga tentunya di lapangan adalah dukungan guru-guru, Kepala Sekolah dan pastinya masyarakat yang antusias terhadap hadirnya INOVASI dengan program-programnya,” urai Hironimus.

Lebih jauh Hironimus memberikan apresiasi positif bagi warga dan juga pemerintah desa yang mengalokasikan Dana Desa untuk bidang pendidikan. “Di Desa Wunga, Kecamatan Haharu, Sumba Timur, desa mengalokasikan anggaran jutaan untuk sekolah di wilayahnya. Nanti tentunya perlu diklarifikasi lebih jauh besaran dana pastinya berapa. Namun yang pasti ini bukti respon positif dan proaktif warga dan bisa dijadikan contoh bagi desa lainnya di Sumba,” imbuhnya.

Bicara hasil yang diperoleh warga dan INOVASI sejak hadir di Sumba dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan dasar, Hironimus punya penjelasan tersendiri. “Kalau bicara hasil tentu masih terlalu dini jika dinilai dalam satu tahun lebih kehadiran INOVASI. Namun demikian, indikasi-indikasi dan komitmen-komitmen positif dari pemerintah, sekolah, guru dan warga masyarakat membuat INOVASI yakin bahwa saat ini kita telah berada pada jalur perbaikan menuju ke arah yang benar dan positif,” pungkasnya.

Hadirnya INOVASI di Sumba juga berhasil mendorong terbentuknya Forum Peduli Pendidikan Sumba (FPPS) yang diketuai oleh Umbu Lili Pekuwali, Wakil Bupati Sumtim. Forum ini lahir dari ragam keprihatinan akan permasalahan dalam dunia pendidikan di Sumba, seperti krisis literasi, kompetensi guru, keterbatasan media ajar dan kreatifitas guru.

Adapun INOVASI (Innovation for Indonesia`s School Children Australia Indonesia Partnership) merupakan program kemitraan Indonesia-Australia yang mana focus pada peningkatan hasil pembelajaran literasi dan numerasi anak-anak di jenjang pendidikan dasar. Program ini juga tidak seperti proyek yang biasanya seperti bantuan uang atau peralatan bagi sekolah dan anak didik. Tetapi menyasar pada pembangunan gagasan, ide, dan inovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan. (ion)

Komentar