Kurang Dari Sehari 34 Kali Gempa Guncang Pulau Sumba – NTT

oleh -0 views
Siswa Panik Saat Gempa

Waingapu.Com – Sepanjang Selasa (22/01), Pulau Sumba di Propinsi NTT diguncang lebih dari tiga puluh kali gempa bumi. Dari gempa-gempa itu yang paling terasa adalah dua kali gempa yang terjadi dalam rentang waktu yang tidak terlampau lama. Gempa pertama terjadi pada 103 kilometer, arah barat daya, Kabupaten Sumba Barat. Gempa ini berada pada kedalaman 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 6,2 scala richter (SR) dan tercatat BMKG terjadi pada pukul 06:59:21 WIB. Sementara gempa berikutnya yang juga dirasakan guncangan cukup besar dan lama terjadi pada pukul 12:10:02 WIB atau pukul 13:10:02 WITA alias waktu kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT. Gempa ini sendiri tercatat sebagai gempa ke-19 dalam catatan atau rekap yang diberikan oleh Arief Tyastama, Kepala Stasiun Geofisika setempat.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo – Australia ke Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Sumba Barat ini dibangkitkan oleh sesar naikatau Thrust Fault,” jelas Arief.

Adapun berdasarkan laporan masyarakat demikian lanjut Arief, gempa bumi ini dirasakan di daerah Tambolaka IV-V MMI, Waingapu, Sumbawa dan Bima III MMI. “Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,” imbuhnya.

“Kalau gempa yang berkekuatan 6,7 Magnitudo terjadi di laut 120 kilometer barat daya Kabupaten Sumba Barat.Beruntung gempa-gempa ini tidak berpotensi tsunami,” timpal Arief.

Sementara dalam wawancara ‘live by phone’ antara Kepala Stasium Geofisika Waingapu dengan jurnalis Radio Max FM Waingapu (22/01) malam tadi menyebutkan, sepanjang hari ini hingga pukul 16:35:45 WIB, alat deteksi gempa BMKG mencatat total 34 kali gempa yang terdeteksi mengguncang pulau Sumba.

Terkait dengan kerusakan atau adanya korban dari warga pulau Sumba, hingga kini BPBD pada empat Kabupaten se Pulau Sumba, masing-masing Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Barat Daya, belum menerima informasi kerusakan maupun korban.

“Hingga kini kami belum terima laporan adanya kerusakan maupun korban dari warga. Petugas kami masih terus proaktif mencari dan mengorek informasi di lapangan dari berbagi sumber informasi dari sejumlah wilayah Sumba Timur,” jelas Martina Djera, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sumtim, Selasa (22/01) pagi lalu.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, saat terjadinya gempa, kepanikan sempat terjadi di beberapa lokasi. Seperti halnya yang terjadi di SMP Negeri 01 Waingapu, para murid dan guru sontak berlalri keluar kelas menuju halaman. Mereka baru memasuki kelas setelah para guru memastikan guncangan gempa telah berhenti dan kondisi dirasakan jauh lebih aman.(ion)

Komentar