Waingapu.Com-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umbu Rara Meha (URM) di Kabupaten Sumba Timur kembali mendapat suntikan kekuatan baru, Jumat (19/9/2025) siang lalu. Fair Future Foundation (FFF) didampingi Yayasan Kawan Baik menyerahkan puluhan jenis alat medis untuk memperkuat layanan kesehatan di rumah sakit rujukan utama di Pulau Sumba itu.
Serah terima bantuan dilakukan dalam sebuah acara sederhana namun penuh makna, di Aula RSUD URM dan dihadiri Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, serta Direktur dan Manajamen faskes itu. Dari pihak donatur, hadir langsung Alexandre Wettstein, pembina sekaligus founder FFF yang berbasis di Swiss.
Direktur RSUD URM, Rudi H. Damanik, menyebutkan donasi ini ibarat “durian runtuh” bagi rumah sakit. “Kami seakan dapat durian runtuh. Kami dapat alat-alat rumah sakit yang memang sangat dibutuhkan. Dan itu bisa terjadi karena bantuan Bapak Bupati dan Wakil yang membawa yayasan kawan baik ke sini,” ucapnya.
Peralatan yang diterima beragam, mulai dari set operasi katarak, nebulizer, laringoskop, hingga peralatan khusus untuk perawatan neonatus. Bahkan, rumah sakit kini memiliki mikroskop binokuler Olympus senilai lebih dari Rp27 juta dan neonatal resuscitator senilai Rp35 juta.
Nilai peralatan medis yang diserahkan mencapai ratusan juta. Dan dipastikan seluruhnya dalam kondisi baru, lengkap dengan sertifikasi medis, sehingga bisa langsung dipakai untuk kebutuhan pelayanan.
Alexandre Wettstein menegaskan, donasi ini bukan yang pertama kali. FFF telah lama bekerja di Sumba Timur, termasuk membantu penyediaan air bersih di Nggoa dan daerah lain.
“Kami percaya pelayanan kesehatan adalah hak semua orang, termasuk di wilayah terpencil seperti Sumba. Itu sebabnya kami datang, membawa apa yang kami bisa,” ungkapnya.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali sebelum menandatangani berita acara penyerahan menyatakan bantuan ini sangat tepat sasaran. “RSUD Umbu Rara Meha bukan hanya melayani masyarakat Sumba Timur, tetapi juga tiga kabupaten lainnya di Pulau Sumba, dengan total penduduk hampir satu juta jiwa,” ujarnya.
Langkah FFF ini diharapkan bisa memperkuat citra RSUD URM sebagai rumah sakit daerah yang tak kalah dalam hal inovasi pelayanan. Tahun 2016 lalu, kata Bupati Umbu Lili, kala rumah sakit ini dipimpin oleh Dokter Lely Harakay bahkan pernah meraih predikat bintang lima, satu-satunya di NTT.
Kini, dengan tambahan peralatan mutakhir, RSUD URM diharapkan dapat kembali mengukir prestasi sekaligus memberi pelayanan yang lebih manusiawi bagi masyarakat.(ion)







