Sampah yang Dibuang di Luar TPA Laindeha Sebagian Besar Berasal dari PT. MSM

oleh
Marolof Simanjuntak

Waingapu.Com – Pembuangan sampah tidak pada tempatnya, khususnya yang berada di sisi kiri dan kanan jalan menuju lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Laindeha, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, NTT telah dicermati oleh Dinas Lingkungan Hidup setempat. Sebagian besar sampah itu disebutkan berasal dari PT. Muria Sumba Manis (MSM), dan dibuang diluar lokasi TPA karena desakan warga. Adalah Marolof Simanjuntak, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Sumba Timur menjelaskan hal itu, ketika dikonfirmasi wartawan, Sabtu (22/01) siang lalu.

“Jadi itu begini, sampah itu pertama dibawa dari PT MSM. Sampah dari sana itu banyak yang punya nilai ekonomi, jadi di tengah jalan sebelum sampai TPA atau di jalan dicegatlah oleh pemulung. Jadi dipaksalah itu sopir untuk kasih turun untuk selanjutnya pemulung ambil yang bisa mereka jual,” ungkap Marolof.

Baca Juga:  Dibawah ‘Ai Rongu’ Marga Lukuwalu Nyatakan Menerima Hadirnya Investor

Pihak PT.MSM sebut Marolof telah pula ditegur olehnya untuk tidak lakukan hal serupa. Karena itu, selama beberapa hari terakhir ini sebut dia, tidak lagi terjadi pembuangan sampah seperti sebelumnya.

“Tidak ada lagi sekrang, saya sudah bilang ke PT. MSM untuk jangan lagi penuhi permintaan pemulung. Walau memang pemulung itu juga masyarakat kita yang mau ambil karung bekas, dos bekas dan kabel bekas untuk dijual lagi,” timpalnya sembari menegaskan petugas dan sopir truck sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Sumba Timur tidak mungkin melakukan pembuangan sampah di luar TPA.

Sampah yang kini masih tersisa dan merusak pemandangan sabana khas desa persiapan Prai Kilimbatu dan juga Laindeha itu, juga dipastikan Marolof akan diangkut petugas untuk selanjutnya dibawa ke TPA.

Baca Juga:  Aroma Moke & Peci Menyengat Di Mapolres Sumba Timur

“Jadi kepada warga yang memulung stop sudah, jangan paksa sopir dari PT. MSM untuk buang sampah di luar TPA. Jadi kalau mau cari barang yang bisa dijual lagi silakan saja nanti langsung ke TPA,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebagaimana terpantau Minggu (09/01) siang hingga menjelang petang lalu, sedikitnya terdapat lima titik pembuangan sampah pada kedua sisi jalan arah tidak jauh dari kantor Desa Persiapan Prai Kilimbatu dan Desa Laindeha. Aneka jenis sampah non organik mendominasi, dari plastik aneka warna dan bentuk hingga pecahan kaca.

“Padahal tempat rumput sudah mulai menghijau sampai ke lembah. Sayang sampah juga banyak menumpuk, bahkan tadi saya lihat ada kawanan sapi yang bermain dan makan dari tumpukan sampah,” ungkap Yovy (24) seorang wanita yang menghampiri media ini tatkala mengambil dokumentasi salah satu lokasi penumpukan sampah, kala itu. (ion)

Baca Juga:  Pohon Tumbang Dalam Kawasan, Warga Minta TN Lebih Gesit

Komentar