Sidang Sinode GKS ke-44 Tak Sekadar Forum Gereja, Dari Karera Menggema Isu Lingkungan, Budaya dan Keadilan Sosial

oleh
Gubernur NTT serta para Bupati dan perwakikan Kabupaten se- Sumba didambut secara adat dalam pembukaan Sidang ke-44 GKS di Nggongi, Karera, Kabupaten Sumba Timur (Foto: Waingapu.Com)

Pesan senada juga mengemuka dalam pembukaan sidang yang dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty, Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, Anggota DPR RI Umbu Rudi Kabunang, Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla, Wakil Bupati Sumba Tengah Martinus Umbu Djoka, dan perwakilan Pemkab Sumba Barat serta unsur Forkopimda, para pendeta, dan utusan dari 57 klasis se-Pulau Sumba.

Bupati Umbu Lili Pekuwali dalam sambutannya menegaskan bahwa gereja selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pembinaan karakter masyarakat.

“Pemerintah memandang gereja sebagai mitra utama dalam pembangunan masyarakat. Sinergi ini harus terus diperkuat agar pembangunan berjalan seiring dengan penguatan moral dan nilai-nilai kemanusiaan,” kata Umbu Lili.

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa Sidang Sinode ke-44 GKS menjadi momentum penting untuk membangun optimisme masyarakat Pulau Sumba. Menurutnya, gereja memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menggerakkan pembangunan yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kita harus mengoptimalkan kekuatan dan potensi yang kita miliki. Sumba memiliki semua potensi, mulai dari pertanian, peternakan, perkebunan, kelautan, perikanan hingga sektor-sektor lain yang bisa menjadi kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Melki Laka Lena.