Sumba Timur Terbuka Bagi Investor di Berbagai Bidang, untuk Pengembangan  Ekonomi

oleh

Surabaya, Waingapu.Com – Kabupaten Sumba Timur terbuka untuk para investor bidang pariwisata maupun bidang lainnya. Keterbukaan itu selalu disampaikan dalam pelbagai even seperti halnya expo atau pameran di luar daerah bahkakan luar negeri. 

Dalam ajang Indonesia Toursm & Trade Investment Expo pada 14 hingga 17 Juli lau di Surabaya, keterbukaan Tana Matawai Amahu Pada Njara Hamu akan investasi juga disampaikan tim dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Sumba Timur. 

“Kami dari bidang penanaman modal, salah satu kegiatannya adalah promosi penanaman modal. Kegiatan promosi penanaman modal di dalamnya lagi ada pameran investasi lingtas sektor. Jadi bukan hanya pariwisata, tapi juga perikanan, peternakan, perdagangan, UMKM, sektor jasa dan pertanian,” ungkap Maria Ratu Come, salah satu anggota tim yang wakili Sumba Timur dalam event yang digelar di City Of Tomorrow Land Surabaya. 

Baca Juga:  Peringatan Berlabel Garuda

Maria berharap, kehadiran tim dari Sumba Timur itu selain untuk menjual dan memperkenalkan potensi daerah, juga bisa memantik daya tarik investor. 

“Kami harapkan investor tentunya, karena tidak bisa jika hanya pemeirntah dan kami sendiri, kami tentu punya sumber daya dan dana terbatas.  Sumba Timur sangat luas, terdiri dari 22 kecamatan 140 desa dan 16 kelurahan. Kami ikut pameran ini bisa jadi ajang kami ajak investor untuk bergandeng tangan bangun Sumba Timur,” papar Maria.

Ada insentif atau kemudahan dari pemerintah,  tambah Maria bagi investor. Bukan dalam bentuk uang tapi kemudahan dalam sisi regulasi atau aturan yang tidak mempersulit. 

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sumba Timur, Markus K. Windi di tempat yang sama dalam kesempatan terpisah menjelaskan, investasi yang kini telah ada di Sumba Timur di antaranya bidang perkebunan dan pabrik Gula milik PT. Muria Sumba Manis. 

Baca Juga:  Nelayan Sumba Timur Dapat Bantuan Kapal Motor Dari KKP

Investasi tanaman Sorghum, kata Markus juga sedang berjalan serta di bidang perikanan adalah Pabrik pengolahan rumput laut. Yang juga tentu tak bisa diabaikan, adalah sektor pariwisata dan ekonomi kreatif seperti halnya tenun ikat khas Sumba Timur yang dipamerkan saat itu.

“PT. MSM  kembangkan perkebunan tebu dan juga sedang persiapan produksi gula dengan brand Sumba Manis. Juga ada peternakan sapi yang sedang dipersipkan untuk dikembangkan selain pengolahan rumput laut dalam bentuk chip yang bahakn sudah di ekspor,” tandas Markus. (bram/ion)   

Komentar