Dalam rekaman yang beredar juga disebut bahwa mobil pick up yang diamankan diduga milik seorang oknum anggota kepolisian yang disebut bernama Budi. Namun, sampai saat ini belum ada keterangan resmi yang menyatakan bahwa kepemilikan kendaraan tersebut maupun keterlibatan orang yang disebut dalam video berkaitan dengan tindak pidana pencurian sapi.
Kapolsek Haharu Ipda Leri Yermi Neparasi mengatakan kasus tersebut masih dikembangkan oleh Polres Sumba Timur. Keterangan itu disampaikan ketika dirinya dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp mengenai video viral tersebut.
“Selamat siang kk. Untuk sementara masih di lakukan pengembangan di Polres kk. Tks,” tulis Ipda Leri dalam pesan WhatsApp ketika dikonfirmasi wartawan.
Pernyataan Kapolsek tersebut sekaligus menunjukkan bahwa proses hukum masih berjalan. Karena itu, berbagai informasi yang beredar melalui media sosial perlu ditempatkan sebagai informasi awal sampai penyidik memberikan keterangan resmi berdasarkan hasil pemeriksaan.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena muncul bersamaan dengan keresahan masyarakat terhadap dugaan pencurian ternak di Sumba Timur. Warga kini menantikan kejelasan aparat mengenai kronologi sebenarnya, status sapi dan kendaraan, serta status hukum pihak-pihak yang diamankan.(ion)







