Waspada Corona, Penyemprotan Disinfektan dari Lapas Hingga Paris Matawai

oleh -237 views
Pasar Inpres Matawai

Waingapu.Com – Tim gabungan penyemprotan bersama Forum Pengurangan Resiko Bencana (Forum – PRB) Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) – NTT, Jumat (27/03) melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah lokasi. Di hari kedua pelaksanaannya, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Waingapu menjadi salah satu target penyemprotan.

“Jadi hari ini selain kami lakukan penyemprotan di Lapas kami juga lakukan penyemprotan di tempat-tempat ibadah diantaranya, Masjid Agung Waingapu dan Gereja Bethel Matawai, GKS Kambajawa dan paroki Kambadjawa,” jelas Herry Ratucoreh, kepada wartawan di sela-sela kegiatan penyemprotan di Lapas saat itu.

Pasar Inpres Matawai

Herry juga menjelaskan, sebelum ke Lapas, Tim gabungan dan Forum PRB juga telah melakukan penyemprotan ke area Pelabuhan Rakyat (Pelra) Waingapu, plus KM. Egon, yang bersandar di Waingapu.

Baca Juga:  Puluhan Relawan Satgas Covid 19 Sumba Timur Belum di Rapid Test

Operasi penyemprotan tak hanya dilakukan pada siang hari, namun kemudian dilanjutkan sore harinya. Seperti terpantau, sore harinya dilaksanakan di area Terminal Angkutan Pedesaan Matawai, dilanjutkan ke Pasar Inpres (Paris) Matawai.

Lapas Waingapu

“Tadi kami sudah himbau pedagang untuk tutup dagangan mereka sebelum jam lima sore, dan mereka patuh. Bahkan sebelum tiba saatnya sudah ada yang benahi jualannya. Besok jam dua subuh baru pasar ini di buka kembali,” jelas Agustinus H. Nongu, Kepala UPTD Pasar pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumtim, saat ditemui wartawan pasca dilakukan penyemprotan disinfektan di pasar yang dihuni lebih dari lima ratusan pedagang sembako dan konfeksi itu.

Lebih lanjut Agustinus menghimbau pedagang untuk mematuhi anjuran pemerintah agar jangan dulu membuka jualannya. Selain itu dia juga meminta warga masyarakat lainnya untuk tetap tenang, karena esok pasar terbesar di Sumba itu akan dibuka kembali, dan tutup pada pukul 22:00 Wita. (ion -ped)

Baca Juga:  Waspada Corona, Bupati Himbau Perantau Asal Sumba Jangan Dulu Pulang Kampung

Komentar