Aktivitas Subduksi Picu Gempa M5,3 di Kupang, BMKG Minta Warga Jangan Percaya Hoaks

oleh

Seiring munculnya berbagai informasi di media sosial setelah gempa terjadi, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Informasi yang tidak bersumber dari lembaga resmi berpotensi menimbulkan keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat.

BMKG menegaskan seluruh informasi mengenai aktivitas kegempaan hanya disampaikan melalui kanal resmi yang telah terverifikasi, baik melalui media sosial resmi BMKG, laman informasi kebencanaan, maupun aplikasi InfoBMKG. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain menghindari hoaks, masyarakat juga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa sebelum dipastikan aman. Langkah sederhana seperti memeriksa kondisi rumah, menjauhi tembok yang retak, dan mengikuti arahan petugas merupakan bagian penting dari mitigasi bencana.

BMKG juga memberikan penjelasan ilmiah mengenai kemungkinan gempa susulan. Menurut lembaga tersebut, gempa susulan dapat terjadi bergantung pada kondisi struktur batuan di sekitar sumber gempa. Namun masyarakat tidak perlu panik karena gempa susulan tidak akan memiliki magnitudo yang lebih besar dibandingkan gempa utama.