Ancaman Penyelundupan Emas Ilegal di Jalur Laut, DLU Andalkan Sinergi Antar Lembaga

oleh
Budhi HP, Manager Cabang PT DLU Waingapu (Foto:Waingapu.Com)

Waingapu.Com-Potensi penyelundupan emas ilegal melalui jalur laut menjadi perhatian serius di wilayah Nusa Tenggara Timur. PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Waingapu menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam mencegah praktik tersebut.

Manager Cabang DLU Waingapu, Budhi HP, mengatakan bahwa pengawasan di pelabuhan tidak bisa dilakukan secara sendiri oleh operator kapal.

“Kita tidak kerja sendiri di pelabuhan, kami bersinergi lintas lembaga,” ujarnya, Selasa (7/4/2026) siang lalu.

Menurutnya, pengawasan melibatkan berbagai pihak seperti KSOP, Pelindo, KP3 LautLaut hingga unsur Angkatan Laut.

“Semua bersinergi dan kolaborasi,” tegasnya.

Budhi menjelaskan, peran masing-masing lembaga sangat penting dalam menutup celah penyelundupan yang bisa saja terjadi.

“Kalau hanya satu pihak, pasti ada celah,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa pemeriksaan penumpang dilakukan melalui X-ray, sementara barang kargo diawasi melalui sistem manifes.

“Penumpang diperiksa dengan X-ray, cargo wajib manifes,” jelasnya.

Namun, ia tidak menampik bahwa masih ada keterbatasan dalam sistem yang ada saat ini.

“Kita punya keterbatasan alat, jadi tidak bisa periksa semuanya secara detail,” ujarnya.

Meski demikian, Budhi menegaskan bahwa koordinasi antar lembaga menjadi kunci utama dalam pengawasan.

“Kalau ada yang mencurigakan, langsung kita koordinasikan,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa setiap pelanggaran akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

“Pelanggar pasti diproses,” tegasnya.

Dalam konteks internal, DLU juga melakukan pengawasan ketat terhadap karyawan untuk mencegah keterlibatan dalam praktik ilegal.

“Karyawan yang melanggar akan kena sanksi tegas,” ujarnya.

DLU melayani jalur strategis yang menghubungkan Surabaya, Lombok, Waingapu dan Kupang, yang menjadi salah satu urat nadi transportasi laut di wilayah tersebut.(ion/ped)