5. INOVASI DAERAH
Inovasi daerah merupakan salah satu pilar penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang adaptif, responsif, dan berdaya saing. Di tengah dinamika pembangunan dan keterbatasan sumber daya, inovasi menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan, serta menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif dan berkelanjutan. Konsistensi Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dalam mendorong inovasi daerah menunjukkan hasil yang signifikan dalam kurun waktu Tahun 2021 hingga Tahun 2025.
Pada Tahun 2021 dan 2022, Sumba Timur meraih predikat “Kabupaten Inovatif” dengan Indeks Inovasi 58,36, menempati peringkat ke-28 nasional, serta peringkat pertama pada kategori daerah tertinggal dan tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pada Tahun 2023, melalui ajang Innovative Government Award (IGA), Sumba Timur kembali meraih penghargaan sebagai kabupaten inovatif kategori daerah tertinggal dengan peringkat kedua nasional, dengan Indeks Inovasi 53,97, sekaligus tetap menjadi yang terbaik di tingkat provinsi.
Selanjutnya, pada Tahun 2024, Indeks Inovasi meningkatmenjadi 65,84 dengan kategori “Sangat Inovatif”. Konsistensi ini berlanjut pada Tahun 2025 dengan kembali diraihnya penghargaan IGA pada kategori Daerah Perbatasan Inovatif dengan indeks inovasi 64,06%.
Capaian ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Pemerintah Daerah dalam memperkuat inovasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah. Berdasarkan Database Inovasi Daerah Tahun 2025, Kabupaten SumbaTimur memiliki inovasi daerah sebagai berikut:
Tabel 1.21. Inovasi daerah di Kabupaten Sumba Timur Tahun 2021-2025
| NO | PELAKSANAINOVASIDAERAH | INOVASI DAERAH | KETERANGAN |
| 1. | DINAS KESEHATAN KABUPATEN SUMBA TIMUR | MAKANAN TAMBAHAN BAGI ANAK STUNTING(MATA BATIN) | Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakansebuah program yang bertujuan untuk menjagakesehatan bayi dan balita, memastikan tumbuh kembang anak sesuai dengan umurnya, dan mencegah stunting. Pemberian makanan tambahan (PMT) sangatlah penting untuk pemenuhan gizi bagi balita. Pemberian makanan tambahan yang berfokus baik pada zat gizi makro maupun zat gizi mikro bagi balita sangat diperlukan dalam rangka pencegahan stunting pada balita. Oleh karena itu, Dinas KesehatanKabupaten Sumba Timur mengalokasikan anggaran Pemberian Makanan Tambahan (PMT)bagi balita di 16(Enam belas) kelurahan di Kabupaten Sumba Timur untuk pemenuhan gizi bagi balita denganpermasalahan status gizi yang diberi nama “MATA BATIN” (MAkanan Tambahan Bagi Anak Stunting). Dengan menggandeng Tim Penggerak PKK tingkat kelurahan sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiatan ini, diharapkan balita tidak saja mendapatkan makanan tambahan dengan gizi cukup, tetapi juga dapat menjadi perpanjangan tangan Dinas Kesehatan dalam memberikan edukasi bagi orang tua/keluarga dan memantau perkembangan anak secara dekat setiap harinya. Pemberian Makanan Tambahan dilakukan dengan 2 cara, yakni mengumpulkan anak dan orang tua, kemudian diberikan PMT, atau kader mengantarkan PMT ke rumah masing-masing anak serta memastikan PMT tersebutdimakan oleh anak. |
| 2. | DINAS PERTANIAN DAN PANGAN KABUPATEN SUMBA TIMUR | BLOK PENGHASIL TINGGI TANAMAN PERKEBUNAN JAMBU MENTE DAN KELAPA (BLOK HATI BUNDA JAMELA) | Dalam konteks kebun sumber benih jambu mete dan kelapa, blok penghasil tinggi berisi tanaman induk atau varietas unggul yang menghasilkan benih berkualitas tinggi untuk ditanam lebih lanjut. Untuk menjamin kelangsungan produksi dan mutu benih yang dihasilkan oleh sumber dan produsen benih, dilakukan evaluasi kelayakan kebun oleh tim evaluasi. Hasil yang dicapai dari implementasi inovasi sebagai berikut: 1) Terlaksananya pemeliharaan kebun blok penghasil tinggi sumber benih tanaman jambu mete dan kelapa di Kabupaten Sumba Timur. 2). Terpeliharanya Pohon Induk Terpilih sebagai sumber benih unggul lokal yang terdapat dalam kebun blok penghasil tinggi. 3). Tersedianya benih unggul lokal yang berkualitas, benih sehat dansesuai karakteristik unggul dari tanaman induk. |
| 3. | DINAS PERTANIAN DAN PANGAN KABUPATEN SUMBA TIMUR | KLINIK PERTANIAN UMA WOKA (KLIPER UMA WOKA) | KliPER Uma Woka merupakan sarana koordinasi dan konsultasi bagi petani dan petugas perlindungan tanaman dalam memecahkan permasalahan OPT tanaman pangan dan hortikultura di lapangan dan juga memberikan saran- saran dalam upaya antisipasi terjadinya serangan OPT. Hasil yang dicapai sebagai berikut: 1). Petani dapat mengantisipasi dan mengendalikan hama dan penyakit secara baik dan menerapkan 5T (Tepat waktu, tepat sasaran, tepat dosis, tepat cara, tepat jenis) 2). Meningkatkan kemampuan stakeholder terkait dalam identifikasi dan pemahaman terhadap hama dan penyakit sertacara pengendaliannya. |
| 4. | DINAS PERTANIAN DAN PANGAN KABUPATEN SUMBA TIMUR | SEKOLAH PERTANIAN LAPANGAN (SPL) RUMAH KITA | Tenaga terampil dan terdidik sumber daya manusia, khususnya di bidang penyuluhan, sangat dibutuhkan di Kabupaten Sumba Timur. Keberadaan mereka untuk terus mengawal pengembangan teknologi pertanian tepat guna di lapangan. Demikian pula peranan penyuluh pertanian sebagai ujung tombak dalam diseminasi teknologi pertanian tersebut perlu terus ditingkatkan. Peranan berbagai pendidikan bidang pertanian, baik yang berupa pendidikan formal maupun informal harus dapat dikembangkan dan ditingkatkan. hasil tersebut sebagai berikut:1). Meningkatnya strategi sikap petani terhadap budidaya pertanian berkelanjutan dan permasalahan di dalamnya; 2). Meningkatkan kemampuan penyuluh dalam menggali, menganalisis, dan mengupayakan pemecahan masalah pascapanen, pengolahan, dan pemasaran hasil pertanian sehingga dapat memanfaatkan potensi serta sumber daya yangada di lokasi. |
| 5. | DINAS PERTANIAN DAN PANGAN KABUPATEN SUMBA TIMUR | EDUKASI PERTANIAN DENGAN MEDIA SOSIAL (DUNIA MEDSOS) | Inovasi Edukasi Pertanian dengan Media Sosial (Dunia Medsos) merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Sumba Timur, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Pangan, untuk memastikan penyediaan pangan yang cukup dan sehat bagi masyarakat. Diperlukan langkah-langkah terintegrasi untuk menjaga kualitas lingkungan dan meningkatkan daya dukung lahan pertanian. Dalam hal ini termasuk penggunaan teknik pertanian yang ramah lingkungan, seperti pertanian organik, agroforestry, dan pertanian konservasi, serta pengelolaan air yang efisien. Juga, penggunaan pestisida dan pupuk yang tepat dinilai penting untuk menjaga kualitas air, tanah, dan makanan yang dihasilkan. Kesadaran petani mengenai pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan menjadi faktor penting dalam upaya meningkatkan kualitas pertanian. Hasil yang di capai sebagai berikut: 1). Meningkatnya pemahaman masyarakat/petani tentang bidang pertanian secara keseluruhan. 2). Membantu promosi atau peningkatan penjualan hasil pasca panen pertanian. 3). Menjawab pertanyaan/keluhan masyarakat/petani terkait bidang pertanian. |
| 6. | DINAS PERTANIAN DAN PANGAN KABUPATEN SUMBA TIMUR | GERAKAN PANGAN MURAH (GPM) | Gerakan Pangan Murah (GPM) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempermudah masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, dengan tujuan stabilisasi pasokan dan harga serta pengendalian inflasi pangan, dengan hasil yang dicapai sebagai berikut: 1) Dengan adanya Gerakan Pangan Murah (GPM), akan terwujud pengendalian inflasi serta stabilisasi pasokan dan harga pangan. 2). Dengan adanya Gerakan Pangan Murah (GPM), akan terwujudnya daya beli masyarakat di saat adanya kenaikan harga pangan yang sangat signifikan dan mendekatkan keterjangkauan masyarakatterhadap pangan, terutama pada daerah-daerah yang rawan pangan. |
| 7. | DINAS PERTANIAN DAN PANGAN KABUPATEN SUMBA TIMUR | SISTEM KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT (SIKEPANG MAS) | Inovasi Sistem Ketahanan Pangan Masyarakat (SIKEPANG MAS) yakni upaya inovatif yang dilakukan Dinas Pertanian & Pangan Kabupaten Sumba Timur dalam rangka Penurunan Stunting, Percepatan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem & Strategi Menjaga Ketahanan Pangan melalui Peningkatan Ketersediaan pangan Serta Kualitas Konsumsi Pangan, maka perlu untuk memperkenalkan hasil pemodelan aplikasi Prediksi Curah Hujan PCH/(SKPB) ini kepada pemerintah daerah & juga kepada para penyuluh/petugas lapangan yang bertugas untuk menyebarluaskan penggunaan ‘tool’ ini kepada masyarakat. Hasil yang dicapai dengan adanya pengembangan alat PCH/SKPB akan meningkatkan pemahaman dan keterampilan PPL dan dapat menyebarluaskan kepada masyarakat (petani) tentang prediksi curah hujan untuk kepentingan pengembangan pertanian yang cerdas iklim dan membangun kesiapsiagaan petani terhadap risiko bencana yang bisa terjadi karenaperubahan iklim. |
| 8. | DINAS PERTANIAN DAN PANGAN KABUPATEN SUMBA TIMUR | PELATIHAN HORTIKULTURA BAGI PETANI (HATI BATA) | Inovasi Pelatihan Hortikultura bagi Petani (Hati Bata) merupakan inovasi kerjasama antara Dinas Pertanian dan Pangan dengan TP-PKK Kab Sumba Timur untuk menggerakkan masyarakat dalam upaya memanfaatkan pekarangan dan lahan yang ada di lingkungan masing-masing untuk menanam sayur-sayuran dan buah-buahan sehingga tercukupi kebutuhan gizi dalam keluarga. Dari inovasi di atas dapat diuraikan hasil yang dicapai adalah sebagai berikut: 1). Terlaksananya Inovasi Pelatihan Hortikultura bagi petani di 5 kelompok tani, yaitu : a) Kelompok Tani Kaddi Hari di Kecamatan Pandawai, b) Kelompok Tani Palonda Lima di Kecamatan Kanatang, c) Kelompok Tani Tunas Baru Hamapenji di Kecamatan Umalulu, d) Kelompok Tani/KWT Krokot di Kecamatan Pahunga Lodu, e) Kelompok Tani Desember diKecamatan Matawai La Pawu. 2). Meningkatnya keterampilan budidaya dan produktivitas tanaman hortikultura. |
| 9. | DINAS PERTANIAN DAN PANGAN | PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ADMINISTRASI DAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI (DIKLAT ASELTAN) | Kelompok tani sebagai pelaku utama dalam pembangunan di pedesaan harus konsisten dan memiliki komitmen untuk berkembang. Untuk itu perlu suatu upaya pemberdayaan kelompok tani agar tercipta para pelaku usaha agribisnis yang mandiri dan professional. Untuk meningkatkan kontribusi darisektor pertanian, perikanan dan kehutanan diperlukan adanya penguatan manajemen kelompok tani dan nelayan untuk mengoptimalkan fungsi dari kelompok tani dan nelayan. Berikut hasil yang dicapai dari inovasi dimaksud adalah sebagai berikut:1). Terlaksananya Kegiatan Pelatihan Administrasi dan Kelembagaan Kelompok Tani yaitu di Kecamatan Kahaungu Eti dan Kambata Mapambuhang dan pelaksanaan pelatihan di Kecamatan Haharu dan Kecamatan Nggaha Ori Angu. 2). Semakin meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan petani dalam dalam pengelolan administrasi kelompol tani. 3). Petani semakin termotivasi dalam berusaha tani. 4). Petani/peserta bisa membagikan pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh selama Diklat kepada anggota kelompok lain yang belummengikuti pelatihan. |
| 10. | DINAS PERTANIAN DAN PANGAN KABUPATEN SUMBA TIMUR | KEGIATAN PELATIHAN DAN PENANGANAN PASCA PANEN DAN PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN (KP5HP) | Inovasi ini merupakan upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menangani Panen dan Pasca Panen yang tepat yang di tentukan oleh kemampuan dan penerapan teknologi yang dilakukan oleh pelaku usaha. Upaya peningkatan kualitas dalam Penanganan Panen dan Pasca Panen menjadi prioritas dengan tujuan untuk mengurangi susut karena penurunan mutu produk yang melibatkan proses Fisiologi normal dan atau respon terhadap kondisi yang cocok akibat perubahan lingkungan secara fisik, kimia dan biologis. Hasil yang dicapai dalam Inovasi ini adalah sebagai berikut: 1). Terlaksananya Pelatihan Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil dengan baik di Kecamatan Tabundung tanggal 5 sampai dengan 7 Juli 2023. 2). Semakin meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan petani dalam pengelolaan panen dan pasca panen yang baik,tepat dancepat. 3). Petani semakin termotivasi dalam berusaha tani. |
….bersambung….







