Banjir di Sumba Tengah Cemaskan Seluruh Sumba, Jalan Trans Masih Belum Bisa Dilalui

oleh -325 views
Banjur Sumba Tengah

Waingapu.Com – Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sepanjang hari Senin (27/12) kemarin mengakibatkan banjir bandang di beberapa wilayah Kabupaten Sumba Tengah, NTT. Postingan foto dan video terkait banjir itu, tak hanya menimbulkan kecemasan namun juga menggerakan hati dan bibir untuk mengucapkan doa dan harapan agar tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Peristiwa menjelang ujung tahun 2021 inipun boleh jadi menjadi kecemasan seluruh Sumba bahkan menggerakan nurani dan jemari warganet untuk mengucapkan simpati, asa dan doa di dunia maya.

Kecemasan dirasakan begitu mendalam dirasakan oleh Umbu Tonga dan keluarganya, di kelurahan Wangga, Kecamatan Kambera, Sumba Timur. Pasalnya, sosok ini mempunyai rumah dan keluarga besar di desa Langgaliru, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, yang diinfomasikan menjadi salah satu kawasan yang paling merasakan dampak banjir.

Baca Juga:  Banjir Prailiu, Kenyamanan Nasabah Pegadaian Ikut Terusik

“Tadi sempat terhubung, tapi sekira 40 menit lalu tidak lagi bisa dihubungi.Kami minta mereka naik ke tempat yang lebih tinggi, karena rumah mereka telah terendam, hampir dua meter. Seluruh isi dalam rumah saya yang berada tidak jauh dari jalan dan gereja juga tidak dapat kami pindahkan lagi, jadi pasti banyak yang terendam dan rusak,” jelas Umbu Tonga kala menghubungi media ini, selasa (27/12) malam lalu.

Banjur Sumba Tengah

Dia berharap, pemerintah lewat instansi terkait bisa pula membantu logistik bagi warga yang terjebak karena putusnya akses jalan akibat longsor dan pohon tumbang pada beberapa titik kawasan Taman Nasional Manupeu -Tanadaru dan Langgaliru.

Gambaran terkait terjangan banjir bandang itu, juga diutarakan oleh Rambu Ninu, warga Kelurahan Hambala, Kota Waingapu, Sumba Timur. Salah satu tokoh perempuan dan pegiat LSM itu sejatinya hendak ke Sumba Tengah, namun lantas mengurungkan niatnya.

Baca Juga:  Korban Perahu Terbalik Belum Ditemukan, Esok Batas Akhir Operasi SAR Gabungan

“Langsung putar balik Waingapu,tidak bisa melintas karena ketinggian air su satu sampai dua meter pas depan gereja GKS Langgaliru. Semua kendaraan dari Waingapu su banyak yang putar balik, dan dari arah Waikabubak, belum ada yang tembus ke Sumba timur. Ini kami juga baru tiba kembali rumah Waingapu,” urai Rambu Ninu, lewat WA dari gawainya, Senin (27/12) malam tadi.

Komandan Tim (Dantim) Pos SAR Waingapu, Aditya Utama, ketika dihubingi media ini, menyatakan pihaknya bersama elemen lainnya telah memantau kondisi terkini di lokasi-lokasi banjir.

“Banjir sudah surut, dan puji Tuhan tidak ada korban jiwa. Hanya saja untuk jalan trans Sumba masih belum bisa dilalui karena masih banyak longsor dan pohon tumbang,” jelasnya, Selasa (28/12) pagi tadi.

Baca Juga:  La Nina Masih Berlanjut, Hujan & Angin Kencang Masih Akan Terjadi di Sumba Timur

Tim SAR Waingapu, sebut Aditya telah berada di lokasi banjir sejak pukul 23:30 WITA Senin (27/12). “Kami ada berlima dari SAR, dan sementara bersama elemen lainnya menunggu tibanya alat berat dari Waikabubak, guna membantu terbukanya akses jalan,”timpalnya. Kawasan hutan Lindung Tanadaru di desa Mbilur Pangadu, sebut Aditya adalah lokasi yang hingga kini masih dijejali pohon tumbang dan longsoran. (ion)

Komentar