Bupati Sumba Timur Terjun Langsung ‘Perangi’ Belalang Kembara di Lambakara

oleh
oleh
Bupati Perangi Belalang Kembara

Waingapu.Com – Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing, Sabtu (4/2/2023) spontan melakukan penyemprotan pestisida pada koloni belalang kembara di hamparan sabana desa Lambakara, Kecamatan Pahunga Lodu. Dengan dibantu oleh Yakub Mangu Yada, Camat Pahunga Lodu yang memang selang, si kembara nampak kelabakan diserang figur nomer 1 di Tana Matawai Amahu itu.

Upaya spontan Bupati itu mendapatkan apresiasi ragam kalangan, apalagi sesuai rencana, Senin (6/2/2023) nanti, perang dan serangan umum pada serangga berlabel Locusta Migratoria itu ditabuh. Persiapan menuju hari H serangan total dan serentak itu telah dimantapkan dalam Rapat Persiapan dan Pemantapan terkait kegiatan Pengendalian Serentak Hama Belalang Kembara, Jumat (3/2/2023) kemarin di Aula Setda Sumba Timur.

Baca Juga:  AA dan YD,  2 Pemuda Lewa yang Memilih Akhiri Hidupnya dengan Cara Tragis

Diskusi Persiapan Perang

“Kita laksanakan secara serentak mulai tanggal 6 tetapi bagi Perangkat Daerah yang wilayah penugasannya jauh tidak menutup kemungkinan tanggal 5 sore sudah berada di wilayah tugas masing-masing,” tegas Khristofel Praing dalam rapat itu. 

Tidak hanya itu, kepada masing – masing Perangkat Daerah juga diwajibkan mendokumentasikan setiap aktifitasnya. Hal itus ebut Khristofel adalah untuk mengetahui kesungguhan pelaksanaan di lapangan.

“Kita mengharapkan pengendalian ini sesuai dengan apa yang menjadi standar prosedur. 

Bersiap-siap untuk perangi belalang kembara

Secara teknis tangkap, tentu tangkap yang dimaksud dengan membawa alat tangkap berbagai macam yang bisa digunakan untuk menghadang ataupun menangkap belalang,” papar Khristofel.

Kesiapan logistik dan amunisi ‘Perang’ terkhususnya pestisida disiapkan dan didistribusi olleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumba Timur selaku instansi teknis. Perang terhadap si Kembara itu kian mantap dilakukan seiring dnegan kehadiran Prof. Ir. Y. Andi Trisyono, MSc., Ph.D, guru besar fakultas pertanian Universitas Gadjah Mada, Eko Setiyoko, SP, staf pengendalian OPT Serealia, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian. (ion-ped)

Baca Juga:  Keluarga PMI asal Lamboya, Desak Pemerintah Perjelas Penyebab Kematian Hore Labo

Komentar