Di SDM Kapunduk, Wakil Dubes Australia & Perwakilan World Bank Tinjau Penerapan Program INOVASI

oleh -4 views
Wakil Dubes Australia dan Bank Dunia Kunjungi SDM Kapunduk

Waingapu.Com – Wakil Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Allaster Cox, Kamis (28/03) pagi hingga menjelang siang lalu, mengunjungi Sekolah Dasar Masehi (SDM) Kapunduk, Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT. Di sekolah ini, Allaster melihat dari dekat penerapan program INOVASI, dengan cara mengunjungi sejumlah ruang kelas yang sedang melakukan aktifitas belajar dan mengajar. Tak hanya itu, Allaster juga berdialog dengan para murid dan tenaga pendidik.

Dalam kunjungan itu Allaster tidak sendiri, namun didampingi oleh Rodrigo A. Chavez, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste. Kedatangan mereka bersama Wakil Bupati Sumtim, Umbu Lili Pekuwali diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumtim, Jusuf Waluwanja, para guru serta murid SDM Kapunduk, serta camat dan masyarakat setempat.

Wakil Dubes Australia dan Bank Dunia Kunjungi SDM Kapunduk

Dalam kesempatan memantau langsung kegiatan KBM, Allaster dan Rodrigo melihat dari dekat pembelajaran dengan menggunakan dua bahasa, yakni Bahasa Kapunduk (Bahasa Ibu) dan Bahasa Indonesia. Selain itu para guru juga menampilkan proses pembelajaran dengan menggunakan Big Book dengan tulisan dan gambar – gambar yang menarik. Keduanya bahkan telibat langsung memberikan sedikit pembelajaran dan berdialog tak hanya dengan guru namun juga siswa. Lebih menarik lagi, Rodrigo juga berbaur menyanyi bersama anak – anak di kelas II. Lagu ‘Bebek‘ lengkap dengan gerakan – gerakan menarik diperagakannya bersama para murid.

Allaster juga menanyakan kepada para guru perihal cara mempersiapkan hingga proses mengajar. Juga Dia menanyakan tentang sumber belajar yang digunakan para guru hingga pendidikan serta upah kerja bagi para guru. Para gurupun menjelaskan dengan gamblang dan spontan.

Sejumlah buku dan aneka media pembelajaran juga diserahkan Allaster dan Rodrigo pada para guru dan siswa kelas awal. Keduanya berharap apa yang diberikan bisa digunakan maaksimal untuk peningkatan kualitas pendidikan di sekolah itu.

“Tantangan terbesar kini bukan lagi sebatas pembanguna dan ketersedian gedung – gedung sekolah, tapi lebih pada meningkatkan hasil dalam hal mutu pendidikan anak – anak Indonesia. Ini tantangan terbesarnya kini,” tandas Allaster sembari menitip asa pada anak – anak untuk terus belajar dengan rajin dan terampil, agar bisa meraih masa depan lebih cerah.

Tekait penggunaan Bahasa Ibu dalam pembelajaran yang merupakan salah satu program yang dirintis INOVASI , Allaster mengatakan sangat baik dan tepat. Anak – anak bisa lebih muda memahami dan tentunya lebih tertarik untuk belajar lebih banyak.

“Mudah – mudahan melalui INOVASI dnegan opendekatan yang tepat ini, yakni menggunakan Bahasa Ibu dipadukan dengan Bahasa Indonesia , juga dilengkapi dengan buku – buku penunjang yang sesuai, pola pengajaran yang pas dengan gaya dan budaya setempat, bisa menghasilkan output pendidikan yang lebih baik dan berkualitas,” imbuhnya.

Ditempat yang sama Rodrigo, sempat mengungkapkan rasa prihatinnya perihal tidak semua sekolah di Indonesia miliki tempat belajar, pola atau cara pembelajaran yang meadai dan sebaik di SDM Kapunduk. Dia mengatakn itu, karena tleah cukup banyak berkunjung ke Kabupaten dan Propinsi di Indonesia. Karena itu, pria asal Kostarika itu mengajak untuk anak – anak dan juga para guru untuk tetap semangat dan optimis dalam belajar dan mengajar demi masa depan daerah dan bangsa jauh lebih baik.

Adapun INOVASI sendiri merupakan program kemitraan antara Pemerintah Australia dan Indonesia. Program ini bertujuan untuk menemukan dan memahami cara – cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa, khususnya yang berkaitan dengan literasi dan numerasi. Dan di SDM Kapunduk ini merupakan salah satu rintisan (pilot) program INOVASI dalam bentuk pembelajaran multibahasa berbasis Bahasa Ibu. (ion)

Komentar