Di Sumba Timur, Koalisi ADAPTASI Latih & Advokasi Perubahan Iklim dalam Kerangka GESI 

oleh
Koalisi ADAPTASI

Waingapu.Com – Memperkuat suara-suara untuk aksi iklim yang adil dengan cara melakukan peningkatan kapasitas kelompok atau organisasi masyarakat sipil lokal dan kelompok marjinal menjadi hal yang urgen dalam upaya adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim. Merujuk realita itu, koalisi ADAPTASI (Koalisi Pembawa Angin dari Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Timur Indonesia) melaksanakan pelatihan advokasi perubahan iklim dalam kerangka GESI (Gender Equality and Social Inclusion) .

Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan Senin (11/04/2022) hingga Selasa (12/04/2022) itu dihelat di  Aula Pada Dita Beach Hotel. Deni Karanggulimu, direktur KOPPESDA sebagai penanggungjawab dan pelaksana kegiatan menjelaskan,  koalisi ADAPTASI telah menyusun modul kegiatan secara partisipatif. 

Koalisi ADAPTASI

“Output kegiatan ini adalah meningkatnya kapasitas Organisasi Masyarakat Sipil atau OMS dalam isu pengetahuan perubahan iklim, dampaknya bagi perempuan dan kelompok marjinal serta rentan. Juga advokasi dan gerakan mitigasi peerubahan iklim dengan kerangka GESI,” jelas Deni. 

Baca Juga:  Sejumlah Proyek Lewati Masa Kontrak, Din-PUPR Sumba Timur Terapkan Denda

Kegiatan sendiri diawali dengan ceremonial pembukaan yang dilakukan oleh Deden Ramadani, yang merupakan perwakilan koalisi ADAPTASI dari yayasan Penabulu pusat. Dua puluh peserta dari ragam latar belakang profesi dan aktifitas menjadi pesertanya. Nampak tak hanya dari OMS, pelatihan ini juga melibatkan sosok dari instansi pemerintah seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dna Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Dinas Lingkungan Hidup, Akademisi dari Universitas Kristen Wira Wacana, serta insan pers. 

Materi pelatihan dan advokasi yang diberikan diantaranya Gender, Konsep Gender dan Peran Gender. Selain itu Analisis Sosial – Ekonomi – Politik Perubahan Iklim pada Perempuan dan Kelompok Rentan, yang dibawakan oleh Dianah Karmilah dari Koalisi Perempuan Indonesia Untuk Demokrasi dan Keadilan.

Baca Juga:  Warga Praimbana Cemaskan Serangan Belalang Kembara

Adapun koalisi ADAPTASI terdiri dari yayasan Penabulu sebagai Lead koalisi, yang beranggotakan Perkumpulan Yapeka, Koalisi Perempuan Indonesia Untuk Demokrasi dan Keadilan, Pusat Kajian Sains Keberlanjutan dan Transdisiplin IPB (CTSS IPB), perkumpulan Konsil LSM Indonesia, Perkumpulan Desa Lestari, Perkumpulan Sinergantara, yayasan Koordinasi Pengakjian dan Pengelolaan Sumber Daya (Koppesda) dan yayasan Lembaga Pengembangan Masyarakat Lembata (Barakat). Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (HIVOS – Indonesia) memadukan semuanya dalam program Amplifying Voice for Just Climate Actions. (ion)

Komentar